Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kopi Tikum, Kedai Kopi Semua Kalangan dan Usia

Tikum diambil dari "Titik Kumpul", sesuai dengan keinginan awal memiliki tempat kumpul yang strategis dan kopi serta kudapan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: FX Ismanto

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Berawal dari hobi ngopi dan kebutuhan tempat berkumpul sebelum serta sesudah melakukan aktifitas bersepeda, timbullah keinginan membuat tempat pertemuan yang nyaman.

Ide awalnya sudah dibicarakan sejak Februari tahun ini untuk membuat tempat kumpul sambil ngopi dan kulineran.

Tanpa menunggu lama, setelah menemukan tempat yang cocok, dan konsep yang jelas, akhirnya kedai Kopi Tikum dibuka pada 20 Mei tahun ini.

Tikum diambil dari "Titik Kumpul", sesuai dengan keinginan awal memiliki tempat kumpul yang strategis dan kopi serta kudapan.

"Niat awalnya dari komunitas sepeda yang perlu tempat berkumpul sebelum dan sesudah sepedahan.

Selain itu, para penanam modal disini suka ngopi dan perlu tempat yang nyaman untuk nongkrong," urai Satrio S.

Herlambang, salah satu owner Kopi Tikum di Jakarta, Senin (15/7/2019). Pria ramah yang berprofesi sebagai arsitek ini mengakui, kedai kopi yang didirikan oleh 11 orang dari pelbagai profesi dan usia tersebut, masih mencari bentuk yang tepat, mulai dari interior, makanan, dan manajemen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Maklum, setiap owner beri masukan, jadi bagi-bagi kerjaan-lah," imbuh Satrio.

Kopi Tikum berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, didirikan untuk semua kalangan dari segala usia dan memerlukan tempat berkumpul untuk sekedar bertemu sesama rekan, berbicara soal bisnis, bahkan bercengkrama dengan keluarga.

"Kami juga punya coworking place dan ruang meeting yang bisa disewa," kata Rama Aditia yang juga pemilik Kopi Tikum.

Dia menambahkan, Kopi Tikum memiliki harga makanan dan minuman yang bersaing dengan kafe-kafe kopi sejenis. "

Kopi Tikum punya harga yang bersaing, tempat yang cozy, di tengah kota dan untuk semua kalangan serta segala usia. Sehingga market-nya lebih luas dan tidak membedakan," lanjut Rama.

Lebih jauh Rama mengatakan, konsepnya memang tempat nongkrong, dengan aneka makanan serta minuman yang beragam.

Sedangkan untuk penyajian kopi mengikuti varian yang ada saat ini.

"Kami menjual kopi yang disukai pasar saat ini. Selain itu kami juga menyediakan pilihan bagi penikmat kopi. Bahkan kami punya coffee brewer sendiri dan punya kopi-kopi bercita rasa khas di Indonesia," ujar Rama.

Soal persaingan bisnis dan pemasaran, Satrio mengaku tidak kuatir.

Pasalnya dengan dukungan 11 orang investor yang siap membawa orang-orang yang dikenal, dipastikan pemasaran dan pemasukan semakin besar.

Dengan demikian, return of investment jadi lebih cepat.

"Misinya khan membuat ramai tempat ini. Dari 11 orang ini pasti bisa ikut mengembangkan bisnis dan pemasarannya. Kalau ramai keuntungan bisa cepat diraih" kata Satrio.

Menurutnya, Kopi Tikum yang kini memiliki 11 orang karyawan ini punya prospek kedepan yang bagus, mengingat tren ngopi masih potensial untuk dikembangkan.

"Dari para pemilik punya visi bersama, jadi tidak ada yang dominan dan menang sendiri," tambah Satrio.

Tempat ini cocok untuk berkumpul komunitas-komunitas yang ada di masyarakat, khususnya bagi orang-orang yang mencari tempat nongkrong yang nyaman, lokasi strategis, kopi enak dan makanan dengan harga terjangkau, Kopi Tikum bisa jadi solusi.

Tempat ini buka pukul 09.00-22.00 WIB untuk Senin-Kamis, dan pukul 07.00-24.00 WIB untuk Jumat hingga Minggu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas