Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bicara Transformasi Ekonomi, JK Bilang Indonesia Bisa Contoh Singapura dan China

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan Indonesia perlu belajar dari negara seperti Singapura dan China, menyoal transformasi ekonomi.

Bicara Transformasi Ekonomi, JK Bilang Indonesia Bisa Contoh Singapura dan China
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam acara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Borobudur Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan Indonesia perlu belajar dari negara seperti Singapura dan China, menyoal transformasi ekonomi.

Ia mengatakan, transformasi ekonomi mutlak dilakukan agar Indonesia menjadi lebih maju.

Singapura misalnya, ujar JK, jauh sebelum menjadi kota perdagangan dan layanan jasa kesehatan seperti kini, di tahun 1960an hanyalah negara dengan kota pelabuhan.

JK mengatakan, pimpinan Singapura saat itu getol melakukan perubahan bertahap dari negara pelabuhan hingga menjadi negara perdagangan maju.

"Singapura menjadi negara jasa, jasa keuangan, jasa kesehatan, golongan menengah tiap sakit di atas sakit kepala ke Singapura, contohnya," ujar JK dalam acara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Borobudur Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Baca: Saran Jusuf Kalla Terkait Wacana Rektor Impor

Lalu yang paling cepat adalah China.

JK mengatakan, China adalah negara industri luar biasa di abad ini, di mana barang buatan negara tirai bambu itu membanjiri pangsa pasar dunia.

Padahal, di tahun 1960-an China menjadi negara agraris.

"Kita beli di toko, pasti made in China. Handphone, Apple, barang-barang kecil, itu made in China. Itu transformasi dari agraris ke manufacturing tercepat di dunia," kata dia.

Untuk itu, JK berharap Indonesia juga dapat melakukan perubahan bentuk ekonomi dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, mengoptimalkan penguasaan teknologi, serta memperbaiki manajemen.

Meski demikian, transformasi ekonomi perlu didukung oleh berbagai pihak, baik di pemerintahan pusat, daerah, dan swasta.

"Nilai tambah itu harus dilakukan secara bersama-sama, tentu caranya pengusaaan teknologi, ada modal, baru bisa mengubah," ujarnya. 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas