Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Era Banking 4.0 Hadirkan Tantangan Termasuk Soal Perlindungan Data Nasabah

Era digital banking 4.0 menjadi peluang bagi perbankan di Tanah Air untuk lebih berinovasi memberikan layanan kepada nasabah.

Era Banking 4.0 Hadirkan Tantangan Termasuk Soal Perlindungan Data Nasabah
Tribunnews.com
Ilustrasi Fintech. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Era digital banking 4.0 menjadi peluang bagi perbankan di Tanah Air untuk lebih berinovasi memberikan layanan kepada nasabah.

Inovasi itu dibutuhkan untuk menyikapi persaingan seiring pesatnya pertumbuhan financial technology (fintech). Namun, di sisi lain era digital banking 4.0 juga menghadirkan sejumlah tantangan seperti perlindungan data nasabah. 

Oleh karena itu, perbankan dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan era digital banking 4.0. Hal ini disampaikan dalam roundtable breakfast sharing session bertajuk “Banking 4.0 dan Tantangan Ekonomi Digital di Industri Perbankan Indonesia” oleh Telkomtelstra dan Mastersystem.

Baca: Unjuk Kemampuan Prajurit Lanal Sangatta di Pawai Kemerdekaan, Baku Tembak hingga Selamatkan Bupati

Baca: Rhino Cross Triathlon 2019 Siap Bangkitkan Wisata Tanjung Lesung

Baca: Hore, AirAsia Luncurkan Dua Rute Baru ke Belitung!

Acara ini juga menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PricewaterhouseCoopers Indonesia (PwC) akhir pekan lalu di Jakarta.

Tris Yulianta, Deputi Direktur Produk, Aktivitas, dan APU PPT OJK, menilai perbankan akan terpengaruh dengan disrupsi dari era digital teknologi dalam revolusi industri 4.0 jika tidak menyikapi secara tepat dan cepat.

“Apakah perkembangan digital akan menyebabkan disruption bagi perbankan? Iya jika kita tidak menyikapi. Sebab, perilaku konsumen berubah. Teknologi digital  membuka kompetisi, kedatangan fintech juga membuka persaingan. Ini harus disikapi,” ujarnya 

Menurut Tris, perubahan perilaku konsumen menuntut perbankan untuk lebih adaptif dengan teknologi digital. Karena jika tidak, maka perbankan akan bisa ditinggal nasabah.

Selaku regulator, OJK berupaya untuk membuat aturan yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, OJK telah menyusun Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/2018 yang salah satunya bertujuan untuk mendukung efisiensi operasional, meningkatkan layanan, dan mengadopsi teknologi TI.

“Dengan regulasi itu, harusnya perbankan bisa menyikapi disruption karena dari sisi regulasi sudah cukup mendukung. Pendek kata, layanan perbankan sudah bisa dalam genggaman tangan,” paparnya.

Menyadari hal itu, lanjut Tris, perbankan harus memanfaatkan era digital banking sebagai peluang untuk meningkatkan performance perbankan secara keseluruhan. “Arahnya kita dorong perbankan untuk sinergi dan kolaborasi dengan fintech di era digital banking,” tuturnya

Meski demikian, dia memaparkan, perkembangan digital banking kedepannya juga menghadirkan sejumlah tantangan terutama perlindungan nasabah dan dampak terhadap ekonomi secara luas.

Senada dengan hal tersebut, Agus F Abdillah, Chief Product and Services Officer Telkomtelstra, menjelaskan perkembangan pesat era digital banking 4.0 di sektor perbankan dan finansial telah mengubah dan mendisrupsi model bisnis saat ini.

“Hampir semua di sektor finansial dan perbankan, mulai dari deposit, lending, payment system, asuransi, hingga multifinance dimasuki oleh model bisnis baru yang berbasis platform. Ini yang banyak terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, Ravi Ivaturi, PwC Indonesia Advisor, menjelaskan banyak dari perusahaan terutama di sektor perbankan menyatakan sudah masuk dalam era digital banking 4.0.

Ravi mendorong agar lebih banyak lagi pelaku industri perbankan berinvestasi dan masuk serta mengaplikasikan digital dalam bisnis. “Sudah waktunya bagi mereka untuk  memahami digital,” paparnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas