Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Andre Rosiade Sambangi KPPU, Bahas Semen Tiongkok

“Kami berharap KPPU dapat segera menindaklanjuti bukti-bukti ini, Industri strategis kita dalam bahaya,” imbuh Andre.

Andre Rosiade Sambangi KPPU, Bahas Semen Tiongkok
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Andre Rosiade 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade bersama FSP ISI (Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia) kembali mendatangi KPPU dalam rangka menyerahkan bukti lanjutan.

Bukti lanjutan yang dikumpulkan berupa bukti penjualan semen asal Tongkok di pasar ritel yang harganya jauh di bawah harga pokok produksi dan struktur harga produksi, mulai dari bahan baku sampai menjadi semen yang kita gunakan sehari-hari.

"Industri semen adalah industri yang kompetitif, harga bahan baku antar pabrik relative sama. Maka aneh bila harga jual Semen ini lebih rendah dari Harga Pokok Produksi. Untuk itu kami sangat yakin bahwa dapat diduga terjadi praktik jual rugi yang dilakukan oleh semen ini," kata Andre di Kantor KPPU, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Baca: Singgung Pemakaman, Pesan Terakhir Brigadir Dewa Sebelum Tembak Kepala Sendiri Terungkap

Baca: Foto-foto Jokowi Jenguk Habibie, Dokter Sampaikan Kondisi Terkini Kesehatan Habibie

Baca: 7 Hal Audisi PB Jarum Stop: Sebut Hamburkan Uang, Ahok Pernah Ucap KPAI Layak Dibubarkan

Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 ini menjelaskan, berdasarkan simulasi yang dibuat oleh serikat pekerja, harga yang ditawarkan oleh semen Tiongkok jauh lebih rendah dari harga modalnya.

"Harga modal per sak semen (50 Kg) Rp53.000, namun mereka menjualnya diharga Rp45.000. Data yang kami gunakan adalah data riil pasar," jelasnya.

Praktik jual rugi yang dilakukan oleh semen Tiongkok ini, kata Andre, memang seolah-olah menguntungkan konsumen dijangka pendek karena murahnya harga semen. Namun, lanjut dia, perhatikan jangka panjangnya.

“Kami berharap KPPU dapat segera menindaklanjuti bukti-bukti ini, Industri strategis kita dalam bahaya,” imbuh Andre.

Sebelumnya, Andre juga telah menyambangi Kantor Staf Presiden (KSP) untuk menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk menyampaikan aspirasi mengenai persaingan semen Indonesia dengan Tiongkok. Namun, kala itu Moeldoko berhalangan hadir sehingga Andre ditemui oleh Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Eko Sulistyo.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas