Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Imbas Perang Dagang, Perbankan Mulai Selektif Salurkan Kredit

Beragam tantangan yang dihadapi perbankan nasional di tahun depan bisa menekan permintaan kredit perbankan nasional,

Imbas Perang Dagang, Perbankan Mulai Selektif Salurkan Kredit
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Media gathering Bank Mandiri bertajuk 'Macro Economic Outlook 2019' di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk Panji Irawan memperkirakan tantangan yang dihadapi perbankan nasional akan meningkat tahun depan seiring dengan risiko-risiko yang timbul akibat tekanan ekonomi global, pelemahan harga komoditas hingga perang dagang AS-China.

Dia mengatakan, tantangan-tantangan tersebut bisa menekan permintaan kredit perbankan nasional, sehingga bank-bank akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit.

"Bank-bank nasional pun akan lebih selektif dalam penyaluran kredit mempertimbangkan prospek bisnis yang semakin ketat," kata Panji saat acara Macro Economic Outlook 2019 di Plaza Mandiri, Jakart, Senin (9/9/2019).

Panji menyebutkan sejumlah sektor yang memiliki peluang bisnis baik bisnis kredit maupun bisnis transaksi. Di antaranya, jasa kesehatan, farmasi, pendidikan, ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Sektor lain seperti perdagangan atau fast moving consumer goods, sektor telekomunikasi sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan terus peningkatan penetrasi pengguna internet," imbuhnya.

Baca: Mahathir Mohamad: Orang Melayu Awet Miskinnya karena Malas Bekerja

Menurut dia, peran Bank Indonesia (BI) dalam mengelola kebijakan moneter dan peran Pemerintah dalam mengelola kebijakan, akan menghasilkan bauran kebijakan yang efektif dalam mendorong perekonomian nasional.

Baca: Kementerian Keuangan: Hanya BPJS Kelas 1 dan 2 yang Iurannya Naik 100 Persen

"Sementara itu, perbankan nasional dalam menghadapi situasi ekonomi domestik dan global sekarang ini, akan selalu tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko bisnis dan portfolio kredit," jelasnya.

Sebagai informasi, pada Juni 2019, Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional tercatat sebesar 22,6 perse .

Selain itu, kualitas asset perbankan nasional juga terus membaik, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,5 persen, menurun dibandingkan bulan Juni 2018 yang sebesar 2,67 persen.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas