Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Industri Tekstil Minta Revisi UU Ketenagakerjaan, Standar Usia Kerja Buruh Diturunkan Jadi 17 Tahun

Revisi UU Ketenagakerjaan mendesak dilakukan terutama pada sejumlah pasal yang selama ini memberatkan industri TPT Nasional.

Industri Tekstil Minta Revisi UU Ketenagakerjaan, Standar Usia Kerja Buruh Diturunkan Jadi 17 Tahun
IST
Kiri ke kanan: Iwan S. Lukminto, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Pemerintah Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPN API); Ade Sudrajat, Ketua Umum BPN API dan Anne P Sutanto, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Luar Negeri BPN API dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/9/2019). 

Anne mengingatkan, industri TPT selama ini menyerap hampir 2 juta pekerja di sektor formal dan industri ini merupakan satu dari sedikit sektor industri yang terus tumbuh di Indonesia di tengah persaingan yang ketat di pasar dunia.

Anne menyebutkan, jika roadmap TPT Indonesia dapat tercapai, pekerja formal yang bisa
diserap industri TPT nasional akan bertambah berkali-kali lipat. Daya saing industri TPT juga akan naik tajam.

"UU Ketenagakerjaan kita harus lebih kompetitif melalui perbandingan dengan negara produsen TPT yang lain dapat mendorong produktivitas nasional yang sangat dibutuhkan terutama oleh industri TPT yang padat karya ini," ujar Anne.

Ade Sudrajat, Ketua Umum BPN API menyatakan industri TPT nasional saat ini juga terbebani oleh biaya pemakaian energi yang dirasa kurang berdaya saing.

Tarif listrik untuk industri dari PLN yang tanpa memberikan diskon harga untuk pemakaian di malam hari seperti dilakukan untuk industri TPT di China membuat biaya energi industri TPT Indonesia menjadi tinggi.  

Ade menjelaskan, saat ini berlaku biaya energi sebesar US$ 11 sen per Kwh di Indonesia.

Sementara, biaya penggunaan energi listrik di Vietnam dan Bangladesh hanya US$ 6 sen per Kwh.

China memberlakukan biaya pemakaian energi sebesar US$ 11 sen per Kwh. Namun memberikan diskon lama hari, menjadi US$ 8 sen per Kwh jika dirata-rata.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas