Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Faisal Basri Ungkap Tiga Kementerian Bikin Investasi Lesu

tiga kementerian tidak maksimal menggenjot investasi maka Presiden Joko Widodo akan membentuk Kementerian Investasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Faisal Basri Ungkap Tiga Kementerian Bikin Investasi Lesu
Yanuar Riezqi Yovanda
Ekonom Senior Indef Faisal Basri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Senior Indef Faisal Basri mengungkapkan ada tiga kementerian yang bikin investasi lesu yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Faisal menyampaikan, dikarenakan tiga kementerian ini tidak maksimal menggenjot investasi maka Presiden Joko Widodo akan membentuk Kementerian Investasi.

Baca: Marak Demonstrasi, Faisal Basri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mentok 5,1 Persen

Baca: KPK Disebut Hambat Investasi, Faisal Basri Ungkap Sebaliknya

"Karena ini akan ada kementerian investasi. Sumber masalah di Menperin, Mentan dan Menteri ESDM, ngaco tiga-tiganya dalam menghasilkan produk ekspor," ujarnya di kantor Indef, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Akibat produk yang dihasilkan tidak berkualitas, ia menjelaskan, kapasitas ekspor Indonesia turun, sehingga harus ada perbaikan.

"Indonesia ekspor barang di tiga kementerian ini, Pak Jokowi sebaiknya benahi sektor penghasil barang dengan pilih menteri yang beres," kata Faisal.

Menurutnya, kalau tiga kementerian itu menghasilkan produk ekspor yang berkualitas maka investasi asing otomatis akan datang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Merem saja, maka investasi datang," katanya.

Di sisi lain, Faisal menambahkan, investasi di luar Pulau Jawa perlu digenjot pemerintah agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih dari 5 persen.

"Kalau mau pertumbuhan ekonomi 7 persen bisa, asal porsi ekonomi Pulau Jawa diturunkan secara nasional," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan investasi melambat akibat kontraksi pada komponen barang modal selain bangunan dan mesin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas