Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dirut PTBA Sebut Bisnis BUMN Bisa Jalan Sendiri, Tak Perlu Proteksi Erick Thohir

bisnis perusahaan pelat merah sepenuhnya harus diserahkan sesuai kebutuhan pasar dengan strategi yang diusung tiap BUMN.

Dirut PTBA Sebut Bisnis BUMN Bisa Jalan Sendiri, Tak Perlu Proteksi Erick Thohir
Yanuar Riezqi Yovanda
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin menyebutkan, bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa jalan sendiri, sehingga tidak perlu proteksi Menteri BUMN Erick Thohir.

Arviyan menjelaskan, bisnis perusahaan pelat merah sepenuhnya harus diserahkan sesuai kebutuhan pasar dengan strategi yang diusung tiap BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir saat pengenalan menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri BUMN Erick Thohir saat pengenalan menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Saya pikir itu bisnis ya, tidak boleh mendistorsi market, dan pendekatan bisnis saja diserahkan ke masing-masing perusahaan untuk melakukan efisiensi. Tidak perlu ada kebijakan atau proteksi (menteri BUMN)" ujarnya di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Ia menjelaskan, Erick Thohir hanya memberikan arahan ke BUMN sektor pertambangan yang harus memberikan kontribusi maksimal untuk negara.

Selain itu, BUMN pertambangan diharapkan bisa menerapkan prinsip tata kelola yang baik seperti perusahaan terbuka pada umumnya.

Adapun, tantangan utama sektor pertambangan yakni meningkatkan efisiensi karena harga komoditas yang tidak bisa diatur.

"Efisiensi yang secara terus menerus kita lakukan. Saya yakin ini bisa," kata Arviyan.

Saat ini, ada dua komponen biaya perusahaan tambang yang paling besar yakni eksplorasi sekira 40 persen hingga 50 persen dari keseluruhan operasional, disusul ongkos transportasi.

Pengusaha Erick Thohir memberikan keterangan sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengusaha Erick Thohir memberikan keterangan sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sementara, pembentukan Holding BUMN Pertambangan juga dinilainya bisa mendorong efisiensi, sehingga berdampak positif terhadap kinerja PTBA.

Dengan bergabungnya PTBA bersama Antam, Timah, dan Inalum tentunya dari sisi pengadaan solar dan lainnya bisa lebih mudah dan lebih murah karena volume lebih banyak.

"Kemudian dari sisi pengembangan SDM juga demikian, kita bisa sama-sama mengembangkan SDM. Banyak hal-hal positif dengan adanya holding ini," pungkas Arviyan.

Baca: Sempat Disentil KPK, Mulan Jameela Sebut Terima Endorsement Tak Salahi Aturan

Baca: Jokowi ke Papua Diyakini Beri Dampak Positif dan Pastikan Percepatan Pembangunan

Baca: Seorang Wanita Penumpang KRL Mengaku Alami Pelecehan Seksual saat Pulang Kerja Menuju Bekasi

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas