Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menteri Sri Mulyani Tugaskan Dirjen Pajak Kejar Pajak Perusahaan Digital

Sri Mulyani mengungkapkan, tugas direktur jenderal (dirjen) pajak sangatlah berat terkait 70 persen penerima negara dalam APBN.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Menteri Sri Mulyani Tugaskan Dirjen Pajak Kejar Pajak Perusahaan Digital
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tugas khusus kepada Suryo Utomo sebagai direktur jenderal (dirjen) pajak untuk bisa lebih agresif mengejar pajak perusahaan digital.

Sistem perpajakan ekonomi digital di Indonesia saat ini masih tahap awal, sehingga mesti mengikuti perkembangan kebijakan pajak internasional.

"Saya harap bisa dimanfaatkan untuk formulasikan kebijakan yang tepat. Pungut pajak yang adil, tapi tidak matikan sektor yang sedang dan akan terus bekembang," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Eks direktur pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, Suryo Utomo yang baru ditunjuk sebagai dirjen pajak memiliki perjalanan karier lengkap di Ditjen Pajak.

Namun, Sri Mulyani mengungkapkan, tugas direktur jenderal (dirjen) pajak sangatlah berat terkait 70 persen penerima negara dalam APBN.

"Tugas dan tanggung jawab yang diemban sangat berat karena 70 persen penerimaan dalam APBN kita untuk mendukung seluruh aktivitas republik ini berasal dari Ditjen Pajak," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, jajaran pegawai Ditjen Pajak juga diminta memiliki sikap ikhlas dalam melayani masyarakat, sehingga jangan bekerja karena terpaksa.

"Mereka harus senang layani dengan ikhlas bagi kegiatan ekonomi Indonesia. Bukan karena terpaksa atau kewajiban disuruh atasan, tapi memang hatinya ikhlas senang melayani," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas