Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menhub Tak Ingin Garuda dan Sriwijaya Air Pecah Kongsi

Budi Karya Sumadi membantah bila Sriwijaya Air tidak terbang lagi akibat pemutusan kerja sama dengan Garuda Indonesia Group.

Menhub Tak Ingin Garuda dan Sriwijaya Air Pecah Kongsi
Kompas.com/LABIB ZAMANI
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berkomentar soal hubungan kerja sama antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air yang dikabarkan kembali memburuk.

Budi bergarap kedua maskapai tidak memutuskan kerja sama manajemen (KSM) yang selama ini sudah dijalankan. Budi mengatakan akan memanggil kedua belah pihak terkait hal tersebut.

"Nanti kita panggil, kita cari (solusi) jangan pecah kongsi. Harus bersatu," kata Menhub Budi di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Budi Karya Sumadi membantah bila Sriwijaya Air tidak terbang lagi akibat pemutusan kerja sama tersebut.

Pada situs Flightradar24.com yang diakses Tribunnews.com, Kamis (7/11/2019) siang, memang masih ada beberapa rute penerbangan Sriwijaya Air yang dijadwalkan.

Di antaranya nomor penerbangan SJ159 rute Balikpapan-Jakarta pukul 09.20, SJ91 rute Bengkulu-Jakarta pukul 10.55 dan SJ889 rute Siborong-Borong pukul 14.55.

"Bukan tidak terbang lagi, ada beberapa tidak (terbang) lagi," ujarnya.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengumumkan Sriwijaya Air tak lagi menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group.

Dalam keterangan yang diterima, Kamis (7/11/2019), Direktur Perawatan dan Service Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan kondisi itu terjadi karena kesepakatan antara maskapai berpelat merah itu dan pemegang saham Sriwijaya Air itu kembaki menemui jalan buntu.

"Kami beritahukan status kerja sama antara managemen perseroan dengan PT Sriwijaya Air. Akibat beberapa hal, kedua belah pihak tak mencapai kesepatan," kata Iwan.

"Dengan berat hati kami umumkan bahwa Sriwijaya Air kini menjalani bisnisnya sendiri dan tak lagi menjadi bagian dari Garuda Indonesia group" tambahnya.

Menurut dia, hubungan antara Garuda dan Sriwijaya Air akan dikaji ulang secara business to business.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas