Konstruksi Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan Adopsi ‘Balanced Cantilever’
Dalam rancangan bangun jembatan, metode balanced cantilever adalah memanfaatkan efek kantilever seimbang maka struktur dapat berdiri sendiri
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Fajar Anjungroso
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto menjelaskan konstruksi jembatan lengkung bentang panjang LRT Jabodebek menggunakan metode balanced cantilever.
Dalam rancangan bangun jembatan, metode balanced cantilever adalah memanfaatkan efek kantilever seimbang maka struktur dapat berdiri sendiri, mendukung berat sendirinya tanpa bantuan sokongan lain (perancah/falsework).
“Jembatan ini memiliki tipe box girder dengan radius lengkung 115 meter. Panjang bentang utama 148 meter dan beban pengujian pondasi seberat 4.400 ton,” tutur Budi Harto di lokasi pengecoran terakhir jembatan lengkung kereta api ringan (LRT), Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).
Progres pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan sudah mencapai 67,3 persen dengan rincian lintas Cawang-Dukuh Atas 53,8 persen, Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen, dan Cawang-Cibubur 86,2 persen.
Baca: Menteri Budi Karya Targetkan LRT Jabodebek Mulai Beroperasi Tahun 2021
LRT Jabodebek ditargetkan bisa beroperasi serentak antara Juni atau Juli 2021, sedangkan proses uji coba kereta sudah dilakukan rute Cibubur-Cawang.
Dalam kegiatan pengecoran terakhir jembatan lebgkung LRT Jabodebek, PT Adhi Karya (Persero) Tbk berhasil mencatatkan dua rekor pada Museum Rekor Indonesia.
Pertama adalah Rekor Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Radius Terkecil di Indonesia.
Kedua, Rekor Pengujian Axial Statistic Loading Test pada Pondasi Bored Pile dengan Beban Terbesar di Indonesia.
“Terima kasih MURI, semoga pemberian penghargaan ini memberi semangat bagi para engineer milenial kami dalam menatap tantangan ke depan," kata Budi Harto.
Turut menyaksikan penyerahan rekor yaitu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.