Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menko Luhut: Infrastruktur Terus Dibangun Demi Mendukung Kebijakan Mobil Listrik

Dalam kunjungan kerjanya, Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama

Menko Luhut: Infrastruktur Terus Dibangun Demi Mendukung Kebijakan Mobil Listrik
Tribunnews/Irwan Rismawan
Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Dalam kunjungan kerjanya, Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama€ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno mengadakan pertemuan dengan para pimpinan perusahaan pembuat mobil Volkswagen (VW) di kantor pusatnya di Hannover pada hari Jumat (29/11/2019).

Menko Luhut diterima oleh jajaran pimpinan perusahaan itu yang dipimpin Dirk Große-Loheide, _Board Member for Procurement at Volkswagen_. Dari pertemuan tersebut VW mengungkapkan bahwa mengembangkan mobil elektrik adalah salah satu visi mereka di masa depan.

Baca: IIBS 2019 Hadirkan Pembicara dari Mancanegara

Baca: Mobil Listrik Volkswagen Akan Diproduksi di China, Indonesia Masih Masuk List

"Fokus kami sekarang adalah mengembangkan mobil elektrik, kami tidak terlalu fokus pada mobil hibrid,” kata Mr. Große-Loheide.

Ia mengatakan perusahaannya baru saja meluncurkan mobil baru berteknologi listrik murni, VW ID.3 yang akan dipasarkan tahun depan. Mobil ini mengandalkan baterai bertenaga 45 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 330 kilometer (km).

Ketika ditanya Menko Luhut mengapa VW belum menjual produk mobil listriknya ke Indonesia, mereka mengatakan secara infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisi daya, Indonesia dinilai belum siap.

Menko Luhut meresponnya dengan mengatakan perusahaan listrik negara, PLN dan PT Pertamina telah mulai membangun beberapa stasiun pengisi daya listrik, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jakarta, Tangerang, Bali, dan Bandung.
"Saat ini kami sedang terus mengembangkan infrastruktur pendukung dalam rangka menyediakan infrastruktur bagi kendaraan bermotor berbasis baterai, sesuai dengan Perpres (Peraturan Presiden No.55 tahun 2019),” katanya.

Perusahaan ini menargetkan pemasangan 160 titik _charging station_ kendaraan listrik pada tahun 2020 mendatang. Sedangkan PT Pertamina sejauh ini sudah mendirikan empat stasiun pengisi daya listrik.

Menko Luhut juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini lebih memilih teknologi ramah lingkungan dan tidak mahal.

"Ongkos produksi bisa lebih murah, karena Indonesia punya tenaga _hydropower_ yang harganya bisa jauh lebih murah daripada negara-negara lain,” jelas Menko Luhut.

Hal ini disetujui oleh pihak VW karena menurut mereka, VW tidak akan pernah menggunakan tenaga listrik yang tidak ramah lingkungan seperti tenaga nuklir, misalnya.
Setelah menjelaskan hal tersebut Menko Luhut meminta agar VW tidak ragu lagi untuk membuka pabrik di Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas