Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Erick Thohir Inginkan BUMN Leasing Kapal Jadi Anak Usaha Pertamina atau PLN

Perusahaan lawas ini diminta pemerintah untuk membiayai pembelian pesawat oleh Merpati dan Bouraq di mana kedua maskapai ini sudah tidak beroperasi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Erick Thohir Inginkan BUMN Leasing Kapal Jadi Anak Usaha Pertamina atau PLN
TRIBUNNEWS.COM/REYNAS
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga berbicara mengenai perusahaan pembiayaan khusus (leasing) kapal, PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) alias PANN.

Menurut Arya, Kementerian BUMN akan mengubah model bisnis PT PANN menjadi anak perusahaan untuk membuat perusahaan yang berdiri pada 1994 tetap memberi kontribusi.

“Jadi tetap refinancing, tetapi model bisnisnya saja yang diubah. Usulan Pak Erick tadi jadi anak perusahaan Pertamina atau PLN. Supaya dia bisa langsung dapat proyek, supaya bisa berguna,” kata Arya di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).

PT PANN mengalami tekanan likuditas dan utang yang membengkak, perusahaan lawas ini diminta pemerintah untuk membiayai pembelian pesawat oleh Merpati dan Bouraq di mana kedua maskapai ini sudah tidak beroperasi.

Baca: Jokowi Minta Erick Thohir Benahi Manajemen BUMN

Sementara itu, menurut Menteri BUMN Erick Thohir saat RDP dengan Komisi VI PT PANN hanya bisa bertahan jika menggandeng perusahaan yang menggunakan kapal sebagi alat operasionalnya.

"Bagaimana perusahaan leasing kapal bisa hidup kalau sejarahnya ada leasing pesawat terbang? Apalagi tiba-tiba ada bisnis hotel," kata Erick.

Rekomendasi Untuk Anda

Karenanya, Erick berencana mengawinkan PANN dengan perusahaan seperti PT Pertamina (Persero) atau PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN.

PT PANN menjadi perbincangan menarik karena perusahaan plat merah ini tidak populer, bahkan Anggota Komisi VI DPR hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani kurang paham latar belakang perusahaan ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas