Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Saham IPO Sering Auto Reject Dianggap Liar, Begini Kata BEI

BEI akui sering dijumpai beberapa saham IPO yang baru listing, tidak lama kemudian sudah masuk Unusual Market Activity (UMA).

Saham IPO Sering Auto Reject Dianggap Liar, Begini Kata BEI
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/7/2017). Perdagangan IHSG pada pembukaan pertama usai libur lebaran naik 0,29 persen atau 16,89 poin di level 5.846.60. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi fenomena pergerakan saham Initial Public Offering (IPO) yang baru tercatat di bursa sering auto reject dianggap liar.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S Manullang mengatakan, pihaknya mengawasi semua transaksi saham secara adil dari semua lapisan.

Namun, ia mengakui memang sering dijumpai beberapa saham IPO yang baru listing, tidak lama kemudian sudah masuk Unusual Market Activity (UMA).

"Ada, cuma saya belum kalkulasi. Tahun ini sering kena UMA dari saham-saham yang baru (IPO), selama ada pergerakan tidak wajar tetap kita awasi," ujarnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Baca: BEI Optimistis Relaksasi Pajak Ala Sri Mulyani Bisa Gairahkan Pasar Modal

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, tidak semua saham yang masuk kategori UMA berarti pergerakannya liar.

"Jangan sekali UMA berarti (dianggap) liar. Kalau pengawasan untuk yang IPO kita awasi secara periodik atas underwriter yang underwrite saham melebihi parameter kita," katanya.

Nyoman menegaskan, BEI akan memanggil broker yang menangani saham IPO dalam kategori UMA tersebut untuk diberikan peringatan.

"Kita lakukan pemanggilan, peringati mereka. Broker dan individunya kita panggil, kita awasi sampai didalamnya siapa," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas