Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Inspire Consulting dan UMB Bekali 30 Praktisi Analisis Bisnis dan Manajemen Resiko

Dua fasilitator dari Australia, yakni Prof Janek Ratnatunga (CEO dari ICMA) dan Dr Chris D’Souza (CFO dari ICMA) dihadirkan di pelatihan ini.

Inspire Consulting dan UMB Bekali 30 Praktisi Analisis Bisnis dan Manajemen Resiko
HANDOUT
Pelatihan Continued Program Development (CPD) digelar Inspire Consulting dan Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Institute of Certified Management Accountant (ICMA) Australia di Jakarta, 3-4 Desember 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Inspire Consulting dan Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Institute of Certified Management Accountant (ICMA) Australia menggelar Continued Program Development (CPD) yang mencakup Certified International Bussiness Analyst (CIBA) dan Certified Enterprise Risk Analyst (CERA) selama 2 hari di Jakarta, 3-4 Desember 2019.

Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang sebagian besar adalah praktisi untuk meningkatkan kualitas kompetensi para akuntan manajemen di era industri 4.0.

Salah satu kompetensi yang dibutuhkan adalah analisis bisnis internasional dan manajemen risiko.

Dua fasilitator dari Australia, yakni Prof Janek Ratnatunga (CEO dari ICMA) dan Dr Chris D’Souza (CFO dari ICMA) dihadirkan di pelatihan ini.

Dekan FEB UMB, Dr Harnovinsah mengatakan, dalam era disrupsi ini, seorang akuntan manajemen harus mampu memahami peluang bisnis dan resiko yang mungkin terjadi di perusahaan agar mampu berdaya saing.

Direktur Inspire Consulting, Dr Ana Sopanah mengatakan, program CIBA dan CERA diakui secara global oleh Academy of Finance & Management Australia (AFMA) dan bekerjasama dengan ICMA Australia.

"Program CIBA dan CERA dapat dikuti oleh peserta pemegang CMA Australia," ujar Ana, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (4/12/2019).

Beberapa tanggapan peserta setelah mengikuti training diantaranya dari General Manager Policy and Governance Division, PT BNI, Arief Surarso.

"Dengan mengikuti CIBA Program kita dibekali pengetahuan bagaimana menjalankan bisnis di negara-negara yang berbeda, dan fasilitator tidak hanya menyampaikan teori tetapi memberikan contoh-contoh kasus sehingga mudah untuk dipahami," kata Arief.

Business Development PT FABS Indonesia, Dewi Rahmawati mengaku mendapatkan wawasan luas mengenai bisnis analisis dan membantu untuk menentukan keputusan yang tepat.

Sebagai business development manager di salah satu food and beverage company, pihaknya dituntut untuk memahami bisnis dalam berbagai perspektif bukan hanya dalam hal marketing, strategi, cost analisis, tetapi juga culture dan value.

"Bisnis saat ini berkembang sangat cepat dan membutuhkan analisa yang akurat," katanya.

Finance Manager PT Tupperware Indonesia, Dwi Novayanti mengatakan, CIBA Program ini dapat membuka wawasan tentang bagaimana bisnis berlangsung sekarang dan ke depannya.

Dosen Universitas Budi Mulya, Temy Setiawan menyatakan pelatihan CIBA mengulas kembali tantangan dan peluang atas bisnis yang dijalankan secara multinasional.

 "Pemahaman yang komprehensif melalui studi kasus dan diskusi akan menambah wawasan sebagai praktisi maupun pengajar," ujar Temy yang merupakan senior advisor TS consultant.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas