Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kaji Sektor Digital, KPPU Dorong Agar Tak Ada Monopoli di Bisnis Content Provider dan VAS

Operator telekomunikasi didesak memberi kesempatan kepada pemain lokal dalam bisnis content provider dan Value Added Service

Kaji Sektor Digital, KPPU Dorong Agar Tak Ada Monopoli di Bisnis Content Provider dan VAS
KONTAN/MURADI
KPPU 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operator telekomunikasi didesak memberi kesempatan kepada pemain lokal dalam bisnis content provider (CP), dan Value Added Service (VAS).

Beredar kabar, operator dalam negeri enggan memberi kesempatan kepada pemain lokal dan lebih menggunakan pemain VAS dari luar.

Bahkan kabarnya, hanya menggunakan pemain VAS asing.

Pengamat ekonomi digital Heru Sutadi, mengingatkan, sudah seharusnya produk atau layanan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Baca: Pemain Persib Dituding Sengaja Lakukan Gol Bunuh Diri Lawan Persela Michael Essien Beri Komentar

Baca: Perlu Ada MCP di Bisnis Content Provider yang Sumbang Revenue Industri Rp 2 T

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kodrat Wibowo mengatakan, KPPU tahun ini memilki fokus kajian di sektor digital.

Kajian tersebut belum selesai. KPPU ingin memotret, siapa dominant player-nya, siapa pemodalnya. KPPU saat ini masih terus mendalami, agar mendapat data lengkap.

Yang pasti, kata Kodrat, masalah keterlindungan operasional usaha menjadi tugas Kementerian Kominfo. Adapun untuk penegakan persaingan, ada di KPPU.

Kata Kodrat, KPPU bisa saja langsung inisiatif namun masih terkendala dengan sumber daya. Karena itu, menurut Kodrat, jika ada kendala, seharusnya semua pihak terlebih dahulu duduk bersama.

“Untuk persaingan, bila memang diindikasikan operator telko yang bermodal asing melakukan diskriminasi, infokan kepada KKPU, di rantai mana dan untuk spesifik pasar relevan yang mana. Setidaknya bekal kami memetakan bisnis ini dengan peraturan per undang-undangan yang tersedia. KPPU RI akan senang membantu karena juga terbantukan tentang info pasar dan review awal peta persaingan yang sedang terjadi,” ucap Kodrat dalam keterangannya, Rabu (4/12).

Yang jelas, KPPU siap menjawab tantangan zaman dengan membuka diri terhadap upaya advokasi dan penegakan hukum persaingan dalam praktik bisnis dengan platform hitech. Dengan kolaborasi yang baik dengan para pelaku usaha sendiri, maka tugas KPPU akan sinergi.

Ditegaskan Kodrat, KPPU mendorong agar tidak ada monopoli pada industri apa pun, termasuk di sektor VAS, apalagi jika sampai merugikan pemain kecil. KPPU ingin semua pihak bisa menikmati berbagai potensi ekonomi industri yang besar di dalam negeri.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas