Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

FAA Larang Penerbangan Boeing 737 Max Sebelum Akhir 2019

Ada hampir selusin masalah yang harus Boeing selesaikan sebelum B737 MAX kembali mengudara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in FAA Larang Penerbangan Boeing 737 Max Sebelum Akhir 2019
Boeing.com
Ilustrasi - Pesawat Boeing 737 Max 8 

Laporan Reporter Kontan, SS. Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration (FAA) resmi melarang Boeing Co menerbangkan B737 Max sebelum akhir 2019.

Kepada CNBC, Rabu (11/12) Kepala FAA Steve Dickson di depan Komisi Transportasi dan Infrastruktur DPR AS, mengatakan, ada hampir selusin masalah yang harus Boeing selesaikan sebelum B737 MAX kembali mengudara.

Para pejabat FAA kepada Reuters awal pekan ini menyebutkan, lembaganya tidak akan mengizinkan B737 MAX terbang hingga Januari tahun depan. Sebab, masih banyak pekerjaan signifikan yang masih harus Boeing lakukan.

Saham Boeing langsung merosot 2% setelah pernyataan Dickson tersebut.

Produsen pesawat asal Seattle, AS mengatakan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan FAA dan regulator penerbangan global untuk sertifikasi B737 MAX.

Baca: Tak Semudah yang Dibayangkan, 7 Hal Ini Ternyata Bikin Pramugari Kecewa

"Boeing memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada FAA untuk menolak teknisi dan para ahli di bidang keselamatan untuk melakukan pemeriksaan," kata Peter DeFazio, Ketua Komisi Transportasi dan Infrastruktur DPR AS, seperti dikutip Reuters.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip analisis FAA, DeFazio mengungkapkan, sebelum kecelakaan fatal yang kedua terjadi, regulator menyatakan, cacat desain 737 MAX jika tidak dikoreksi bisa mengakibatkan 15 kecelakaan fatal lainnya di masa depan.

Baca: Penumpang Pesawat Ini Disengat Kalajengking, Langsung Dibawa ke Rumah Sakit Saat Mendarat

Tapi, "Terlepas dari perhitungannya sendiri, FAA melempar dadu pada keselamatan masyarakat yang bepergian dan membiarkan B737 MAX terus terbang sampai Boeing bisa merombak perangkat lunak MCAS-nya," ujar DeFazio.

"Boeing membuat kesalahan mengerikan," sebut DeFazio. "FAA juga gagal melakukan tugasnya. FAA gagal memberikan pengawasan regulasi yang diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terbang".

Informasi saja, dua kecelakaan fatal B737 MAX menewaskan 346 orang di Indonesia dan Ethiopia.

Sebelumnya, Boeing berharap, B737 MAX bisa kembali mengudara sebelum akhir tahun ini dan mengantarkan pesanan yang tertunda.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Tok, FAA tidak izinkan Boeing 737 MAX terbang

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas