Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ahok Dampingi Jokowi di SPBU

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga hadir.

Ahok Dampingi Jokowi di SPBU
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan implementasi program Biodisel 30 persen atau B30 di SPBU MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (23/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program biodiesel 30 persen (B30) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12). Ke depan, Jokowi berharap Indonesia mampu menembus program B40 hingga B50 di awal 2021.

Selama acara peresmian tersebut Presiden Joko Widodo didampingi oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga hadir.

"Setelah urusan kilang petrokimia terbesar selesai, hari ini saya ingin betul-betul memonitor secara khusus dari hari ke hari, bulan ke bulan, untuk implementasi program B30," ujar Jokowi.

Baca: Mengapa Erick Thohir Tunjuk Zulkifli Zaini Jadi Dirut PLN? 5 Fakta Dirut Baru Pabrik Setrum Negara

Baca: Harta Kekayaan Direktur Utama PLN Zulkfli Zaini, Terakhir Lapor KPK 6 Tahun Lalu, Totalnya Rp 100 M

Baca: Kisah Pertemuan Stafsus Angkie Yudistia dengan Jokowi Lewat Makan Bakso Bersama

Presiden berharap Indonesia tidak hanya mengimplementasikan B30. Jokowi ingin Indonesia bisa menembus program B40 hingga B50 pada awal tahun 2021.

Menurut Jokowi implementasi program biodiesel harus dilakukan. Pemerintah berusaha mencari sumber energi terbarukan dan wajib melepaskan diri dari ketergantungan terhadap energi fosil.

"‎Pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen kita untuk menjaga planet bumi, menurunkan emisi gas karbon dan meningkatkan kualitas lingkungan," kata Jokowi.

Alasan percepatan biodiesel harus segera dilakukan adalah karena adanya ketergantungan pada impor bahan bakar minyak, termasuk solar. Selain itu Indonesia adalah negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

"Potensi itu harus kita manfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Usaha untuk mengurangi impor, khususnya solar, harus terus dilakukan secara serius," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan berdasarkan kalkulasi, jika implementasi program B30 benar-benar diterapkan, maka devisa negara bisa dihemat hingga Rp63 triliun.

Hal yang tidak kalah penting adalah B30 akan menciptakan permintaan domestik dan multiplier effect pada 16 juta petani kelapa sawit.

"‎Ini artinya B30 akan berdampak pada para pekebun kecil maupun menengah. Saya mengingatkan kunci keberhasilan B30, apakah kita mau keluar dari rezim impor atau tidak," ujar Jokowi.

"Jangan masih ada di antara kita yang suka impor, impor BBM, karena permintaan B30 menuju B100 dalam negeri terus dikembangkan dan diperbesar," imbuh dia.

Jokowi menambahkan ‎program B30 yang nantinya ke B100 akan berdampak besar untuk Indonesia. Program ini membuat Indonesia tidak mudah ditekan oleh kampanye negatif beberapa negara karena pasar dalam negeri yang sangat besar. (Tribun Network/the)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas