Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Konsumsi BBM Pertaseries Meningkat 10 Persen Selama Nataru

"Produk Pertaseries meningkat hingga 10 persen dan untuk produk Dexseries meningkat hingga 15,8 persen," tutur Fajriyah

Konsumsi BBM Pertaseries Meningkat 10 Persen Selama Nataru
Wartakota/henry lopulalan
PERESMIAN BIO DIESEL - Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama melihat proses pengisian BBM Bio diesel B30 usai meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen ( B30) di Pedi SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12). Implementasi program campuran minyak sawit mentah sebanyak 30 persen dalam bahan bakar minyak jenis Solar (Biodiesel 30 persen) itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta mengurangi impor bahan bakar minyak. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa libur natal dan tahun baru (Nataru) banyak digunakan untuk bepergian.

Momen ini juga akan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Baca: Pertamina Foundation Kembali Berikan Bantuan untuk Anak Sekolah, Ibu Hamil dan Balita Korban Banjir

Selama periode 14 November 2019 - 8 Januari 2020, PT Pertamina mengungkap konsumsi BBM Pertaseries dan Dexseries oleh masyarakat mengalami kenaikan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan selama masa tugas Satgas Nataru tersebut, penjualan produk BBM unggulan Pertamina tercatat mengalami kenaikan konsumsi baik Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo (Pertaseries), maupun Dexlite dan Pertamina Dex (Dexseries).

"Produk Pertaseries meningkat hingga 10 persen dan untuk produk Dexseries meningkat hingga 15,8 persen," tutur Fajriyah dalam keterangannya, Sabtu (11/1/2020).

Sementara itu, untuk layanan Elpiji, Pertamina telah menyiagakan 638 SPPBE, 3,264 agen dan 32,258 Pangkalan Siaga.

Sebanding dengan layanannya, Elpiji NPSO khususnya Bright Gas 5,5 kg mengalami peningkatan konsumsi hingga 15 persen, dan PSO meningkat 5 persen dari rata-rata harian masa normal.

Kenaikan konsumsi Bright Gas 5,5 kg memperlihatkan bahwa pengguna Elpiji saat ini sudah mulai beralih ke produk tidak bersubsidi.

Ini juga dikarenakan produk Bright Gas memiliki tingkat keamanan yang tinggi, yaitu dua kali lebih aman dari pada tabung Elpiji biasa.

"Bright Gas sudah dilengkapi dengan segel hologram, sehingga isinya lebih terjamin dan konsumen bisa langsung mengetahui apakah tabung Elpiji tersebut asli atau tidak," terang VP Corporate Communication Pertamina.

Selama masa Satgas tersebut, penjualan Avtur juga mengalami penurunan sebesar 1,04 persen dari rata-rata normal hariannya.

Baca: Pertamina Salurkan Bantuan Banjir & Longsor di Bogor

Penurunan tersebut diakibatkan karena masyarakat lebih banyak memilih menggunakan jalur tol baik di Jawa maupun Sumatera.

"Pertamina juga menyiagakan layanan khusus selama masa Satgas meliputi 200 armada Motoris yang disiagakan di 71 titik, SPBU Kantong di 123 titik serta Kiosk Pertamax di 4 titik," ungkap Fajriyah.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Lita febriani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas