Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Asosiasi: Industri Rokok Elektrik Bantu Tingkatkan Serapan Hasil Panen Tembakau

kehadiran industri rokok elektrik di Indonesia rupanya membantu serapan hasil panen tembakau.

Asosiasi: Industri Rokok Elektrik Bantu Tingkatkan Serapan Hasil Panen Tembakau
Wartakota/Angga Bhagya Nugraha
Penggemar rokok elektrik atau Vape menunjukan kebolehannya disela acara "I Choose to be Healthier" di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Roko elektrik tersebut terus diminati kaum milenial. Produk tembakau alternatif ini sudah menjadi sebuah industri yang bernilai hampir USD 2 miliar. Analis Ekonomi percaya bahwa nilai tersebut nantinya akan menyamai produk tembakau konvensional yg ditaksir sudah mencapai lebih USD 20 milyar. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serapan hasil panen tembakau dalam negeri masih bergantung kepada produksi rokok.

Sementara kehadiran industri rokok elektrik di Indonesia rupanya membantu serapan hasil panen tembakau.

Hal itu seperti disampaikan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

“Cairan yang digunakan pada rokok elektrik menggunakan ekstrak nikotin yang berasal dari tembakau. Kalau industri rokok elektrik (agrokimia) dikembangkan di Indonesia, dapat berpotensi menyerap tanaman tembakau lokal,” kata Soeseno.

Baca: 3 Persamaan Bahaya Rokok Elektrik dengan Rokok Konvensional

Soeseno menambahkan nikotin cair yang termasuk dalam kategori Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) ini juga memiliki potensi membuka pasar ekspor.

Ia mengaku bahwa petani tembakau di Indonesia terbuka dengan kemitraan intensif dalam pemanfaatan tembakau untuk rokok elektrik.

Apalagi jika petani diberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan kualitas tembakau, kemitraan dengan produsen rokok elektrik akan saling menguntungkan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, perlu mendapat dukungan pemerintah lewat regulasi yang tepat.

“Pemerintah sebaiknya lebih peduli dan serius terhadap pertanian tembakau agar hasil panen lebih menguntungkan,” kata Soeseno.

Hal senada sebelumnya diungkap Ketua Bidang Produksi Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Eko Prio.

Menurutnya, nikotin cair hasil ektraksi tidak hanya untuk pasar lokal saja, tapi juga berpotensi untuk di ekspor.

“Potensi ekspor cairan nikotin terbuka lebar. Jika terus dikembangkan dan didukung pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu pemasuk cairan nikotin dunia. Apalagi, berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia merupakan produsen tembakau terbesar nomor enam di dunia,” kata Eko.

Selama ini, China dan India merupakan produsen terbesar cairan nikotin di dunia.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas