Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

DPR Dukung Upaya Pemerintah Perangi Mafia Migas

"Mafia migas tahu bagaimana memanfaatkan celah hukum, jadi itulah kesulitan memberantasnya selama ini," ujarnya.

DPR Dukung Upaya Pemerintah Perangi Mafia Migas
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Kardaya Warnika. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VII DPR mendukung upaya pemerintah memberantas mafia di sektor migas.

Masalah mafia migas ini diungkapkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu dan kembali ditegaskan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai bertemu dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kemarin.

Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, mafia migas bisa dihilangkan jika pemerintah serius untuk memeranginya. "Mafia migas tahu bagaimana memanfaatkan celah hukum, jadi itulah kesulitan memberantasnya selama ini," ujarnya.

Baca: Relawan Jokowi Bela Moeldoko, Hentikan Fitnah, Tuduhan Itu Tidak Mendasar

Baca: Skandal Jiwasraya: Tersangka Harry Prasetyo Pernah Jadi Anak Buah Moeldoko di KSP

Baca: Istana : Polisi Tak Perlu Izin Presiden Panggil Mulan Jameela

Menurut Kardaya, jika memang Presiden Jokowi serius dalam memerangi mafia migas, maka lebih baik untuk meminta jajaran kabinet terkait dan perusahaan BUMN di sektor migas untuk memangkas semua jalur-jalur mafia migas ini beroperasi.

Dengan demikian, mafia migas diharapkan bisa hilang dengan sendirinya karena tidak ada lagi ruang untuk mencari keuntungan.

"Presiden Jokowi juga sudah bilang beliau tahu siapa pelakunya. Tapi menurut saya pemerintah tidak usah bicara keluar, panggil Dirut dan Komutnya, katakan besok harus hilang (mafianya). Kalau tidak bisa hilangkan mafia migas, ganti pejabatnya. Pasti bakalan hilang," tandas dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Salah satu yang dibahas oleh keduanya yaitu soal penyelesaian masalah minyak dan gas (migas) bersama Ahok. Pasalnya, mafia migas kerap membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi geram. Bahkan, Jokowi pernah mengatakan ingin menggigit mafia migas.

"Beliau sudah sering muncul kata-kata yang begitu keras (soal mafia migas). Saya pikir jangan sampai ke presiden lah, kalau perlu 'menggigit' ya, saya duluan yang menggigit, jangan presiden duluan," tegas Moeldoko.

Menurut dia, perlu adanya kolaborasi antara pemerintan dengan Pertamina agar keinginan Jokowi memberantas mafia migas bisa terealisasi.

"Kami ingin melihat bagaimana mengelola isu-isu strategis, khususnya di Pertamina yang relatif selalu muncul dan kami tadi sepakat dengan beliau (Ahok) untuk mari kita berkolaborasi agar semuanya nanti terkelola dengan baik," ungkap dia.

Sementara itu, Ahok memastikan akan bekerja untuk mencapai keinginan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta telah mengantongi dukungan dari Moeldoko untuk membasmi mafia migas.

Ahok mengaku, Pertamina sudah memiliki jalan keluar menurunkan harga migas. Namun, dia meminta agar hal itu ditanyakan langsung ke Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. "Kami sudah ada rumusnya, nanti tanya kepada Dirut lah, kan aku kan cuma komisaris," tutur Ahok.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas