Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Patuhi Erick Thohir, Bos Garuda akan Tutup Bisnis Perhotelan dalam Waktu Dekat?

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra akan mengevaluasi keberadaan anak hingga cucu perusahaan.

Patuhi Erick Thohir, Bos Garuda akan Tutup Bisnis Perhotelan dalam Waktu Dekat?
https://sigfox.id/
Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra akan mengevaluasi keberadaan anak hingga cucu perusahaan.

Hal itu mengikuti arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir agar perusahaan plat merah fokus ke bisnis inti (core business) mereka.

"Apakah anak usaha termasuk kembali ke induknya dan jadi bagian usaha tersebut. Untuk mengurangi eksposure jumlah cucu yah," kata Irfan saat jumpa pers di Garuda City Centre, Tangerang, Kamis (23/1/2020).

Irfan mengatakan ide tersebut merupakan inisatif dari jajaran direksi dan komisaris yang baru. Pihaknya akan mengkaji ulang anak cucu yang masih eksis guna mengoptimalkan kinerja perseroan.

"Ini inisitaif general yang mungkin teman-teman juga dengar dari pak Erick setiap BUMN diharapkan melakukan konsolidasi anak dan cucu terus memberi kesempatan dunia usaha bisa berpatisipasi," sambungnya.

Salah satunya anak usaha yang berpotensi dikonsolidasikan adalah perusahaan yang bergerak di bisnis perhotelan, yakni Inna Garuda. Namun, Irfan belum menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan dilakukan untuk anak usaha tersebut.

Baca: Panja Komisi VI DPR Akan Panggil Erick Thohir dan Dirut Jiwasraya Pekan Depan

"Kita berpatisipasi sangat aktif dengan inisiatif pak menteri BUMB untuk konsolidasi hotel di bawah nauangan Inna. Sudah banyak diskusi melakukan aktivitas itu jadi ini on track," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan surat keputusan menteri nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

Hal itu untuk menindaklanjuti temuan mengenai banyaknya BUMN yang memiliki anak dan cucu usaha yang berbeda dari bisnis inti.

Sementara itu, saat ini PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki tujuh anak perusahaan dan 19 cucu perusahaan.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang Ground Handling, Inflight Catering, Maintenance Facility, Jasa Teknologi Informasi, Jasa Reservasi, Perhotelan, Transportasi Darat, E-commerce & Market Place, Jasa Expedisi Cargo, Tour & Travel.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas