Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sindir Punya Universitas, Erick Thohir: Lebih Baik BUMN Dukung Program Nadiem Makarim

Ketimbang mengelola universitas sendiri, Erick menyarankan agar BUMN mendukung program pengembangan SDM dari Nadiem Makarim

Sindir Punya Universitas, Erick Thohir: Lebih Baik BUMN Dukung Program Nadiem Makarim
Ria Anatasia
Menteri BUMN Erick Thohir usai rapat dengan Panja Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan akan meninjau ulang keberadaan universitas-universitas milik BUMN.

Hal itu dikarenakan dirinya mengaku tak ingin BUMN menjadi perusahaan palugada atau menjalankan semua sektor bisnis. Dia meminta agar BUMN fokus ke bisnis inti (core business) mereka.

Sebagai informasi, beberapa lembaga pendidikan milik BUMN di antaranya Universitas Pertamina, Telkom University, ITT Surabaya, STIMLOG, Poltekpos, Universitas Internasional Semen Indonesia, STT-PLN, dan BRI Institute.

"Saya tak mau BUMN jadi palugada, apa lu mau gua ada. Saya sedang review apa benar BUMN punya universitas-universitas. Karena wong bersaing di bisnisnya saja belum tentu survive, apalagi jalankan sesuatu yang bukan expertise-nya," kata Erick di pembukaan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) BUMN di Menara Mandiri, Rabu (12/02/2020).

Baca: Cetak Hat-trick Pertama di Tahun 2020, Marko Simic Teringat Momen Moncer di SUGBK

Ketimbang mengelola universitas sendiri, Erick menyaranlan agar BUMN mendukung program pengembangan sumber daya manusia yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

"Dengan BUMN kita masuk ke program di universitas. Toh mereka expert-nya. Dengan mereka fokus apalagi persaingan dibuka, mau tak mau universitas swasta harus upgrade dirinya. Karena BUMN tak lagi diproteksi tapi bagaimana ikut persaingan itu," ucapnya.

Selain itu, Erick meminta agar BUMN mengalokasikan 30 persen dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) di bidang pendidikan.

"Dana CSR akan dimaksimalkan 30 persen untuk pendidikan. Karena memang salah satu kekurangan bangsa kita, suka tak suka bagaimana pendidikan di generasi mendatang," ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas