Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sri Mulyani Sebut Wabah Corona Bisa Gerus Ekonomi Indonesia Hingga 0,6 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan wabah virus corona dapat menggerus ekonomi Indonesia 0,3 persen hingga 0,6 persen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Sri Mulyani Sebut Wabah Corona Bisa Gerus Ekonomi Indonesia Hingga 0,6 Persen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan usai BRI Group Economic Forum 2020 dengan tema 'Indonesia's Economic Resilience to Weather Global Economic Slowdown' di Jakarta, Rabu ( 29/1/2020 ). Kementerian Keuangan menyampaikan, meskipun pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan, namun perkembangan investasi, terutama reksadana akan semakin baik karena landasan makro yang terjaga dan respon kebijakan dari pemerintah yang tepat waktu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan wabah virus corona dapat menggerus ekonomi Indonesia 0,3 persen hingga 0,6 persen.

Sri Mulyani menjelaskan, hal tersebut berlaku ketika pertumbuhan ekonomi China anjlok sebesar 1 persen akibat turunnya konsumsi dan mobilitas manusia.

"Pengaruh ke ekonomi Indonesia antara 0,3 hingga 0,6 persen, ini signifikan karena dasar pertumbuhan kita 5,02 persen," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Baca: New Alphard dan New Vellfire Kini Dilengkapi Fitur Keselamatan Tertinggi, Toyota Safety Sense

Baca: Rasa Kesal Jadi Bumbu Pertemuan Pertama BCL dan Ashraf Sinclair

Baca: Bulan Ini, Menkeu Cairkan Dana BPJS Rp 12 Triliun ke Faskes

Menurutnya, konsumsi China yang turun drastis dan mobilitas dibatasi maka permintaan barang dari Indonesia juga akan menurun, mulai dari CPO dan batu bara.

"Ini akan merembes di ekonomi kita, harus kita monitor detail dan respons. Bisa timbulkan kesempatan baru dan tangani dalam jangka pendek," kata Sri Mulyani.

Di sisi lain, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu sudah baik diatas 5 persen, tinggal melanjutkan tren tersebut pada 2020.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita tentu perlu merespons hasil keseluruhan 2019 dan bagaimana kita kawal 2020," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas