Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Diminta Antisipasi Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah

Pemerintah harus mengambil langkah antisipatif karena fluktuasi nilai tukar rupiah ini dinilai akan berdampak negatif pada sektor bisnis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pemerintah Diminta Antisipasi Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi rupiah. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai nilai tukar rupiah masih bergerak fluktuatif dan diprediksi makin melemah dalam waktu dekat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Angkanya diperkirakan akan menembus level Rp 14.500 per dolar AS.

"Kita ekspektasi mungkin rupiah bisa dalam kurun waktu dekat menembus angka 14.500," ujar Bhima, kepada Tribunnews, Jumat (28/2/2020) malam.

Sehingga menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah antisipatif karena fluktuasi nilai tukar rupiah ini dinilai akan berdampak negatif pada sektor bisnis, termasuk kegiatan ekspor impor.

Ilustrasi Rupiah
Ilustrasi Rupiah (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Jadi ini yang harus diantisipasi karena fluktuasi nilai tukar rupiah yang terlalu cepat ini mengganggu bisnis juga, mengganggu perencanaan usaha juga. Khususnya yang berkaitan dengan ekspor dan impor," jelas Bhima.

Pelemahan rupiah juga disebut merupakan dampak dari virus corona yang memukul perekonomian global.

Rekomendasi Untuk Anda

Di Indonesia sendiri, corona ini akhirnya berdampak pada sektor keuangan, para investor berlomba menjual sahamnya karena kekhawatiran pada dampak negatif wabah ini.

Baca: Landasan Pacu Bandara Lagaligo Bua di Luwu Diperpanjang, Jadi Penghubung Sulawesi Bagian Selatan

Baca: BCL Manggung setelah Ashraf Meninggal, Sempat Berhenti saat Nyanyi Lagu Cinta Sejati, Ini Videonya

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pasar keuangan global memang ikut terguncang akibat mewabahnya corona.

Para investor berlomba menarik diri dari bursa saham karena khawatir dampak corona terus meluas di sektor keuangan.

ilustrasi
ilustrasi (ist)

"Pasar keuangan global memang sedang meradang, karena memang investor global mengira dampak dari pergerakan corona virus itu memang menyebar," kata Perry, di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, pada Jumat kemarin, penguatan dolar AS terhadap rupiah mencapai 3,5 persen atau 492 poin.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS berada di level Rp 14.108 pada Jumat pagi.

Kemudian sore harinya, dolar AS bergerak fluktuatif hingga akhirnya terus menguat terhadap rupiah pada posisi 14.530.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas