Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Imbas Corona, Taksi Online di Bandara Soetta Mulai Teriak Sepi Order

“Dampaknya memang sangat terasa, apalagi sejak kemarin diumumkan virus sudah masuk Indonesia, bandara sepi di Halim juga sama."

Imbas Corona, Taksi Online di Bandara Soetta Mulai Teriak Sepi Order
TRIBUNNEWS/REYNAS
Koordinator Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) April Baja. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) April Baja menjelaskan dampak virus corona mulai dirasakan taksi online di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Penurunan order di Bandara Soetta terasa sejak kasus Covid-19 merebak yang berdampak pada pelemahan jumlah kegiatan penerbangan.

“Teman-teman (driver taksol) yang biasa main di bandara mulai agak teriak. Biasanya sehari bisa dapet 4 rit sehari, sekarang satu juga sulit,” kata Baja di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

“Dampaknya memang sangat terasa apalagi sejak kemarin diumumkan virus sudah masuk Indonesia, bandara sepi, di Halim juga sama,” sambungnya.

Baca: Mahfud MD Sindir Pemerintah Daerah Rajin Mendramatisir Persoalan Virus Corona

Aliando mengimbau kepada seluruh driver taksol maupun pengendara ojek online agar mawas diri tetap menjaga imunitas tubuh, kebersihan tangan dan memakai masker.

“Imunitas tubuh penting untuk teman-teman driver online yang beraktivitas di lapangan,” ucap Baja.

Baca: Gubernur Anies Baswedan Minta Warga Jakarta Hindari 2 Tempat Hiburan Ini, Mana Saja?

Seperti diketahui, sektor pariwisata termasuk industri penerbangan mengalami pelambatan menyusul fenomena covid-19.

Baca: Pinjaman Online Lagi Disorot, Begini Metode Penagihan yang Benar Menurut Cashwagon

Pemerintah sempat berencana menyuntik paket stimulus bagi wisnus yang akan berlibur di Indonesia.

Hal itu guna menanggulangi anjloknya wisatawan, pemerintah disepakati Kementerian Keuangan menggelontorkan anggaran Rp 298,5 miliar.

Stimulus sebesar 298,5 miliar diberikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menggenjot wisatawan yang jumlahnya anjlok karena wabah virus Corona.

Anggaran tersebut di antaranya untuk maskapai penerbangan, agen travel sebesar 98,5 miliar, dan lainnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas