Tren Jual Saham Diprediksi Terus Berlanjut Hingga Meredanya Isu Corona
Aksi jual saham oleh para investor masih akan terus berlangsung selama isu virus corona belum mereda.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom INDEF Bhima Yudhistira memprediksi tren aksi jual saham oleh para investor masih akan terus berlangsung selama isu virus corona belum mereda.
"Diperkirakan kondisi keluarnya dana asing dari bursa saham Indonesia berlanjut hingga virus corona reda," ujar Bhima kepada Tribunnews, Senin (2/3/2020) pagi.
Menurutnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun akan bergerak secara fluktuatif selama beberapa bulan mendatang.
"Rupiah akan berfluktuasi selama 9 bulan ke depan," jelas Bhima.
Hal ini, kata dia, juga tergantung pada respons pemerintah dalam mengantisipasi dampak corona terhadap ekonomi serta langkah yang diambil dalam upaya menekan Current Account Deficit (CAD).
Baca: Gubernur Anies Baswedan Minta Warga Jakarta Hindari 2 Tempat Hiburan Ini, Mana Saja?
"Rupiah diperkirakan berada di level 14.500-14.700 pada pekan ini. Sementara IHSG berada di rentang 5.300-5.450," kata Bhima.
Baca: Mahfud MD Sindir Pemerintah Daerah Rajin Mendramatisir Persoalan Virus Corona
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pasar keuangan global memang ikut terguncang akibat mewabahnya corona.
Para investor berlomba menarik diri dari bursa karena khawatir dampak corona terus meluas di sektor keuangan.
"Pasar keuangan global memang sedang meradang, karena memang investor global mengira dampak dari pergerakan corona virus itu memang menyebar," kata Perry, di Jakarta, Jumat (28/2/2020).