Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden Minta Prosedur Ekspor-Impor Disederhanakan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kementerian perdagangan untuk tanggap dalam merespon kondisi ekonomi dunia yang semakin sulit

Presiden Minta Prosedur Ekspor-Impor Disederhanakan
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Bongkar muat ekspor-impor di JICT, Tanjung Priok 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kementerian perdagangan untuk tanggap dalam merespon kondisi ekonomi dunia yang semakin sulit karena adanya wabah virus Corona.

Saat ini menurutnya sejumlah aspek perdagangan mulai dari bahan baku, produksi, serta permintaan terganggu karena wabah virus yang pertama kali ditemukan di China itu.

"Jangan sampai dalam situasi demand yang terdirupsi, suplai terdisrupsi, produksi terdisrupsi kita gak merespons dan anggap biasa-biasa saja. Yang saya sering marah kepada menteri, dirjen gara-gara hal seperti ini.

Tidak hanya di kementerian perdagangan karena urusan bukan hanya menteri perdagangan," kata Presiden saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Rabu, (4/3/2020).

Presiden meminta Raker Kemendag fokus pada penyederhanaan regulasi baik impor maupun ekspor.

Baca: Mendag: Tidak Ada Larangan Ekspor untuk Produk Masker

Baca: Ini Upaya PDI Perjuangan untuk Ikut Genjot Ekspor, Kembangkan Budidaya Tanaman Krisan di Aceh Tengah

Baca: Dicoret AS dari Daftar Negara Berkembang, Ekonom Prediksi Kinerja Ekspor Indonesia Bisa Terpuruk

Perlu langkah cepat dan tanggap untuk mengantisipasi terganggunya sektor perdagangan, salah satunya dengan memangkas dan melonggarkan Ekspor-Impor.

"Urusan dokumen saja sulit, misal holtikultura, Juga komoditas-komoditas yang lain. Perlu rekomendasi dari sini, rekomendasi dari sini. Ini harus hilang dalam situasi kayak ini.

Jadi rapat kerja pada hari ini fokus di situ saja, bagaimana relaksasi, melonggarkan, mempercepat prosedur yang sebelumnya sangat lama, berbelit-beli. Itu saja sudah.

Prosedur mana potong, prosedur mana simpelkan. Situasi ini tidak normal. Jangan anggap ini situasi normal," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas