Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

YLKI Usul Turunkan Tarif Listrik untuk Bantu Korban Covid-19, Begini Jawaban PLN

YLKI mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan terutama untuk golongan 900 VA, dan jika memungkinkan golongan 1.300 VA juga diturunkan.

YLKI Usul Turunkan Tarif Listrik untuk Bantu Korban Covid-19, Begini Jawaban PLN
Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo
Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan listrik di kawasan Jalan Selamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menanggapi, usulan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menurunkan tarif listrik di tengah wabah Covid-19.

YLKI mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan terutama untuk golongan 900 VA, dan jika memungkinkan golongan 1.300 VA juga diturunkan.

"Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh. YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah," ucap Ketua Pengurus Harian YLKI, Kamis (26/3/2020).

Menanggapi hal itu, Humas PLN Agus Trimukti, mengatkan sebetulnya mengenai kebijakan tarif listrik ada di Pemerintah melalui Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Kemudian itu juga dengan persetujuan dari Dewan Perkawilan Rakyat (DPR), mengenai tarif tersebut," ucap Agus kepada Tribunnews, Jumat (27/3/2020).

PLN Hitung Pemakaian Listrik

PLN juga mengambil langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19, dengan cara menanggukan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan sementara waktu.

Sebagai gantinya PLN menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik, selama 3 bulan terakhir untuk pelanggan paska bayar. Hal ini berlaku untuk pembayaran rekening bulan april.

Senior Executive Vice President Dept. Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, mengatakan, untuk pembayaran rekening bulan April perhitungan pemakaian kWh historisnya dari bulan Desember, Januari, dan Februari.

"Hal ini kami lakukan untuk menghindari pencatat meter melakukan kunjungan ke rumah pelanggan, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana yang menjadi imbauan pemerintan Physical Distancing," ucap Yuddy dalam keterangannya.

"Kebijakan ini diberlakukan agar pelanggan merasa tenang dan tidak perlu repot dan kuatir untuk berinteraksi dengan petugas," lanjut Yuddy.

Ia menambahkan, PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran tagihan listrik secara online, untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.

“Jadi sebagai upaya preventif mencegah penularan Covid-19, kami mengajak pelanggan untuk memaksimalkan pembayaran listrik secara online,” Kata Yuddy.

Menurut Yuddy, Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN.Diantaranya melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya.

Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas