Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pelni Mulai Batasi Penjualan Tiket ke Penumpang untuk Cegah Penularan Corona

Pembatasan tiket dilakukan Pelni untuk menjaga jarak antar penumpang sehingga penyebaran virus corona atau Covid-19 dapat dicegah.

Pelni Mulai Batasi Penjualan Tiket ke Penumpang untuk Cegah Penularan Corona
TRIBUNNEWS.COM/IST
PELNI kini memberlakukan pembatasan pembelian tiket penumpang dan jumlah kursi maksimal 80 persen dari total kursi yang tersedia di kapal penumpangnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero, memberlakukan pembatasan pembelian tiket penumpang dan jumlah kursi maksimal 80 persen dari total kursi yang tersedia di kapal penumpangnya.

Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang untuk menjaga jarak antar penumpang sehingga penyebaran virus corona atau Covid-19 dapat dicegah.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro, mengatakan Pelni selalu mengutamakan keselamatan, dan kesehatan para penumpangnya.

"Kami juga menganjurkan penumpang agar lebih selektif, dan berhati-hati saat melakukan perjalanan di tengah kondisi penyebaran Covid-19," ucap Yahya dalam keterangannya, Senin (30/3/2020).

Baca: Bocoran Percakapan Menhan Prabowo dengan Ajudannya, Lockdown Opsi Terbaik!

"Melihat situasi yang terjadi mengenai wabah Covid-19, manajemen akan memprioritaskan pembelian tiket bagi petugas yang terkait dengan aktivitas logistik, kesehatan dan kemamanan," lanjut Yahya.

Baca: Rincian 28 Kereta Jarak Jauh yang Dibatalkan Perjalanannya Mulai 1 April

Ia menambahkann, Pelni juga tidak akan menjalankan kegiatan mudik bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun ini.

Baca: Cegah Corona Masuk Sumbar, Bus PO MPM Berhenti Beroperasi, Uang Tiket Dikembalikan

"Hal ini sesuai dengan surat yang dikeluarkan BUMN, mengenai pembatalan progrm mudik gratis bersama BUMN," ujar Yahya.

Lanjut Yahya, tentunya Pelni akan mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pmebatasan aktivitas masyarakat, dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Tentunya kami pun berharap, penyebaran virus ini dapat segera terhenti agar semua dapat kembali berjalan normal," kata Yahya.

Menurut Yahya, Pelni telah menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal.

"Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh satu meter," ujar Yahya.

Selain itu Pelni disediakan hand sanitizer di setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, memberikan masker bagi penumpang yang sakit ditengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

Sebagai informasi, Pelni sendiri hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas, bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas