Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

BI: Rupiah Bakal Ada di Level Rp 15.000 per Dolar AS hingga Akhir 2020

Bank Indonesia (BI) menegaskan nilai tukar rupiah akan menguat di level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir 2020

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in BI: Rupiah Bakal Ada di Level Rp 15.000 per Dolar AS hingga Akhir 2020
Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Bank Indonesia (BI) menegaskan nilai tukar rupiah akan menguat di level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir 2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo memandang saat ini nilai tukar rupiah masih memadai levelnya dan pihaknya terus melakukan stabilisasi.

"Stabilisasi nilai tukar rupiah agar bergerak stabil dan tentu saja dengan stabilitas yang setidaknya dalam sepekan terakhir ini berjalan secara baik. Cenderung menguat sampai Rp 15.000 pada akhir tahun," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Baca: Dokter Mendiagnosis Menteri Kesehatan Israel dan Istrinya Terinfeksi Virus Corona

Baca: Vladimir Putin Kirim Pesawat Bantuan Medis ke Amerika Serikat, Picu Kontroversi Donald Trump

Perry mengungkapkan, stabilitas nilai tukar rupiah bisa terjaga dengan langkah-langkah yang dilakukan bersama antara BI dan pemerintah.

"Sekali lagi kami memandang bahwa nilai tukar rupiah yang stabil itu adalah memadai bahkan cenderung masih undervalued," katanya.

Sementara, pertumbuhan ekonomi diupayakan akan tidak lebih rendah dari 2,3 persen dengan langkah-langkah stimulus fiskal maupun juga stabilitas di sektor keuangan, termasuk juga nilai tukar rupiah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Termasuk juga saya tekan kan bahwa nilai tukar yang kemarin disebutkan dan kemudian diberitakan Rp 17.500 dan skenario berat Rp 20.000 adalah skenario, bukan proyeksi. Kami meyakini bahwa nilai tukar rupiah sekarang ini memadai dengan langkah-langkah stabilisasi koordinasi yang sangat erat dengan pemerintah," pungkas Perry.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas