Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Imbas Pandemi Virus Corona, Boeing Tawarkan Program PHK untuk 161.000 Karyawannya

Program PHK secara sukarela ini merupakan dampak dari wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat bisnis penerbangan dalam keadaan sulit

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Imbas Pandemi Virus Corona, Boeing Tawarkan Program PHK untuk 161.000 Karyawannya
YouTube
ILUSTRASI - Pembuatan Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing mulai menawarkan program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 161.000 karyawannya.

Program PHK secara sukarela ini merupakan dampak dari wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat bisnis penerbangan dalam keadaan sulit.

Baca: Pemerintah Disarankan Hapus Pajak Dividen Perorangan untuk Kurangi PHK

Mengutip dari laman CBS News pada Sabtu (4/4/2020), melalui memonya CEO Boeing, Dave Calhoun, mengatakan paket PHK sukarela itu sendiri disertai gaji dan tunjangan.

"Program ini ditawarkan karena kemungkinan industri penerbangan akan pulih sangat lambat, karena penyebaran wabah Covid-19," ucap Calhoun.

Ia menyebutkan, bahwa pendapatan Boeing tergerus setelah virus ini menyebar, dan banyak maskapai penerbangan mulai mengurangi pembelian pesawat baru.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jelas ini akan membutuhkan waktu tahunan, bagi industri penerbangan untuk pulih dari krisis yang sulit ini," kata Calhoun.

Baca: Pasar Tanah Abang Bakal Dibuka Kembali Senin Pekan Depan

Menurut Calhoun, pandemi Covid-19 juga akan mempengaruhi jenis permintaan pasar komersial, baik dari sisi produk maupun layanan.

"Kami perlu menyeimbangkan penawaran dan permintaan, sesuai dengan perkembangan industri dalam proses pemulihan industri beberapa tahun mendatang.

PHK Menghantui Industri Otomotif di AS

Penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, mulai mengancam perekonomian dunia.

Berbagai negara telah memberlakukan kebijakan, agar masyarakatnya melakukan aktivitas dari rumah mulai dari bekerja hingga belajar termasuk negara Amerika Serikat (AS).

Baca: Pemerintah Disarankan Hapus Pajak Dividen Perorangan untuk Kurangi PHK

Mengutip dari laman situs Carscoops pada Sabtu (4/4/2020), kebijakan tersebut pun memeberikan dampak lambannya transaksi ekonomi, dan berimbas terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS.

Dalam laporan Carscoops, menyebutkan bahwa dealer mobil di seluruh AS mulai melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya ketika negara-negara menerapkan aturan bekerja dari rumah untun mencegah penyebaran Covid-19.

Lembaga pemerhati tenaga kerja AS memperkirakan akan ada PHK, dengan total sekitar 360.000 pekerja.

Hal ini karena pada tanggal 27 Maret sebanyak 33 negara bagian di AS mengeluarkan perintah eksekutif, yang membatasi aktivitas bisnis yang tidak penting dan berdampak pada dealer.

Menurut kepala eksekutif perusahaan perekrutan teknologi Hireology, Adam Robinson, mengungkapkan banyak dealer seperti di California, Washington, dan New York mulai mengurangi staf mereka pada awal Maret.

Baca: Pasar Tanah Abang Bakal Dibuka Kembali Senin Pekan Depan

Selain itu pemilik dari Rairdon Automotive Group di Kirkland, Washington Greg Rairdon, yang mengoperasikan 10 dealer pun dipaksa menutup semua dealernya sehingga sejumlah karyawan siap untuk di PHK pada waktunya.

Kemudian menurut Lembaga Otoritas AS, telah dikonfirmasi adanya dealer yang melakukan PHK 3.000 karyawan di seluruh negeri selama 30 hari karena penjualannya turun 50 hingga 70 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas