LPS Bantah Ada 8 Bank Berpotensi Gagal
LPS membantah kabar yang menyebutkan ada delapan bank berpotensi gagal akibat pandemi Covid-19 atau corona.
Editor: Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah kabar yang menyebutkan ada delapan bank berpotensi gagal akibat pandemi Covid-19 atau corona.
Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengatakan, LPS secara berkala membuat skenario yang bertujuan menguji kecukupan dana LPS dalam melaksanakan fungsinya menjamin simpanan nasabah dan resolusi bank.
"Dalam situasi normal, skenario yang digunakan LPS adalah menangani 1 bank kecil, 1 bank menengah besar, dan 5 BPR (bank prekreditan rakyat)," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/4/2020).
Baca: Sirkuit Twin-Ring Motegi Jepang Resmi Ditutup Mulai 10 April
Baca: Cerita Bambang Pamungkas Pernah Dibikin Susah Berjalan oleh Ivan Kolev
Sementara, dalam hal pendanaan LPS tidak mencukupi, berdasarkan Pasal 20 ayat (1) huruf b jo. Pasal 24 ayat 1 Perpu Nomor 1 Tahun 2020, LPS dapat melakukan atau menerima penjualan atau repo SBN yang dimiliki LPS kepada Bank Indonesia.
Kemudian, penerbitan surat utang, pinjaman kepada pihak lain atau pinjaman kepada pemerintah, dan kebutuhan pendanaan LPS.
"Sebagaimana merupakan bagian tindakan antisipasi dan forward looking KSSK untuk mencegah buruknya perekonomian nasional atau menjaga stabilitas sistem keuangan," kata Yusron.
Yusron menjelaskan, secara umum kondisi perbankan masih stabil yang ditunjukan dari beberapa indikator per Februari 2020, antara lain tingkat permodalan mencapai 22,27 persen dan kondisi likuiditas yang relatif cukup dengan LDR mencapai 91,76 persen.
Beberapa bank, lanjutnya, bahkan memiliki LDR lebih rendah terutama BUKU 1 dan 2 yang berada di level 88 persen hingga 89 persen.
Selanjutnya, risiko kredit (NPL gross) terpantau stabil di level 2,79 persen dengan return on asset (ROA) 2,46 persen dan simpanan juga masih menunjukkan pertumbuhan year on year positif yakni sebesar 7,77 persen.
"Bahkan data harian di akhir Maret 2020 memperlihatkan peningkatan pertumbuhan menjadi 9,79 persen secara year on year. Demikian pula untuk tren rata-rata suku bunga simpanan industri perbankan yang masih mencatat tren penurunan sebesar 28 bps sepanjang kuartal I tahun 2020 menjadi 5,50 persen," pungkasnya.