Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sri Mulyani: 1 Juta Lebih Pekerja Kini Dirumahkan Akibat Pandemi Corona

Sejauh ini inflasi masih tetap terjaga di bawah 3 persen dan jumlah pekerja yang dirumahkan atau 'nganggur' sebanyak 1 juta orang lebih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Sri Mulyani: 1 Juta Lebih Pekerja Kini Dirumahkan Akibat Pandemi Corona
Facebook Menkeu Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pandemi corona menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan, dari sisi penerbangan ada 15 bandara yang tidak beropetaso dan menyebabkan angka kunjungan wisatawan menurun dari 6.800 per hari.

"Sebanyak Rp 270 miliar kehilangan pendapatan di sektor layanan udara dengan sekitar Rp 48 miliar yang disumbangkan oleh penerbangan dari dan ke China," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Dari perdagangan luar negeri, pandemi corona menyebabkan total impor Indonesia turun3,7 persen pada kuartal 1 2020 meski neraca perdagangan surplus.

Baca: Jabar dan DKI Sudah Minta, Tapi Kemenhub Belum Kunjung Putuskan Penghentian Operasional KRL

Sementara, di bisnis hotel dan restoran mengalami kerugian dan mengakibatkan 50 persen penurunan okupansi kamar di beberapa daerah.

Baca: Daihatsu Tutup 68 Diler dan Perpanjang Penghentian Pabrik karena PSBB yang Diperluas

"Bahkan, benerapa bisa mencapai hampir 90 persen dari 6.000 hotel di Indonesia dan juga memperkirakan potensi kehilangan devisa (wisatawan asing)" kata Sri Mulyani.

Baca: Ada Pandemi Corona, Pembangunan Pabrik Mobil Hyundai di Cikarang Tetap Lanjut

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menambahkan, inflasi masih tetap terjaga di bawah 3 persen dan jumlah pekerja yang dirumahkan atau 'nganggur' sebanyak 1 juta orang lebih.

"Dari bulan April ada sebanyak 1,24 juta pekerja di sektor formal dan sektor informal sebanyak 265.000 orang," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas