Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Di Tengah Wabah Covid-19, Industri Furnitur Masih Bisa Tembus Pasar Ekspor

Aninda Furniture, mampu melakukan ekspor perdana produk furnitur dari bambu ke Swiss dengan nilai ekspor 10.000 dolar AS.

Di Tengah Wabah Covid-19, Industri Furnitur Masih Bisa Tembus Pasar Ekspor
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program pelatihan untuk eksportir baru atau Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melahirkan pengusaha dan UKM yang mampu menembus pasar ekspor.

Salah satu mitra binaan LPEI yakni Aninda Furniture, mampu melakukan ekspor perdana produk furnitur dari bambu ke Swiss dengan nilai ekspor 10.000 dolar AS.

Ini menjadi bukti, pengusaha UKM Indonesia yang dilatih LPEI ini mampu menghasilkan produk inovatif berkualitas, sehingga diterima dengan baik di pasar internasional.

Baca: Mesin Kamera Pendeteksi Suhu Tubuh Dipasang di Sejumlah Tempat di Jepang

Baca: KPK: Program Jaring Pengaman Sosial Miliki Risiko Tinggi Terjadinya Korupsi

Ekonom Institute for Development of Economics and Finanance (Indef) Uchok Pulungan menyebut, keberhasilan ekspor yang dilakukan oleh Aninda Furniture memberi bukti bahwa masih ada peluang di pasar internasional.

’’Tidak semua lini bisnis UKM lumpuh, bergantung dengan produknya. Furnitur, misalnya. Industri ini memiliki pasar tertentu sehingga relatif minim terkena dampak Covid-19. Untuk itu, perlu meningkatkan penetrasi dan spesifikasi produk UKM berorientasi ekspor dan negara tujuan ekspornya,’’ ujar Uchok, Senin (20/4).

Karena itu, agar semakin banyak UKM yang bisa menembus pasar ekspor, maka berbagai hal perlu diperbaiki seperti pendampingan, pemberian pelatihan, juga kemudahan akses pembiayaan.

’’Semuanya harus diperbaiki. Selama ini UKM seringkali menjadi ’jualan’ ke depan harus lebih fokus. Misalnya menjadikan kementerian UMKM menjadi kementerian utama. Semua kegiatan dan program UMKM harus fokus di kementerian tersebut,” ujar Uchok memberi contoh.

Sekadar informasi, Aninda Futniture mengikuti proram CPNE dari LPEI. Pelatihan tersebut meliputi cara ekspor, desain produk, promosi, dan penyusunan laporan keuangan.

Aufar Hifzie yang merupakan pemilik dari Aninda Furniture Indonesia mengatakan, ekspor perdana ini merupakan langkah awal agar kegiatan ekspor perusahaan miliknya dapat terus berlangsung meski kondisinya kurang menguntungkan.

Corporate Secretary LPEI Yadi J Ruchandi menyampaikan, ekspor perdana Aninda Furniture Indonesia tersebut diharapkan dapat memicu motivasi mitra binaan lainnya untuk menjadi eksportir baru.

’’Harapannya, UKM yang merupakan peserta CPNE 2020 aktif dalam mengembangkan usahanya, meski kondisi pandemi covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian kita,’’ ujarnya.

Editor: Sanusi
  Loading comments...
berita TERKINI
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas