Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

1,7 Juta Buruh Korban PHK Akan Diikutkan Program Kartu Pra-Kerja

Mereka yang terkena PHK akan diiikutkan ke program kartu pra-kerja secara bertahap dalam 4-5 minggu ke depan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
zoom-in 1,7 Juta Buruh Korban PHK Akan Diikutkan Program Kartu Pra-Kerja
ist
Kartu Pra Kerja 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa berdasarkan rekonsiliasi data ketenagakerjaan terdapat kurang lebih 1,4 juta tenaga kerja yang dirumahkan akibat dampak Covid-19.

Selain itu terdapat 314.833 pekerja informal yang juga terdampak akibat penyebaran Covid-19. 

"Sehingga total tenaga kerja yang terdampak adalah 1,7 juta. Data ini adalah data yang telah dipusatkan oleh kemenaker diverifikasi," kata Airlangga, Kamis, (30/4:2020).

Airlangga mengatakan, mereka yang terkena PHK akan diiikutkan ke program kartu pra-kerja secara bertahap dalam 4-5 minggu ke depan.

Adapun menurut Airlangga sebanyak 456 ribu penerima kartu pra kerja dari 9 juta pendaftar telah mendapatkan saldo  gelombang pertama dan kedua.

"Dari pengguna kartu pra kerja 18% mengambil fasilitasnya melalui perbankan  yaitu bni sisanya menggunakan e money," kata dia.

Sementara, mereka yang telah menerima saldo tersebut kebanyakan berada di Jakarta, Jabar,  Jatim, Jateng, Banten, dan Sulsel.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran kementeriannya untuk memprioritaskan kartu pra kerja bagi mereka yang terkena PHK disaat darurat Covid-19. Hal itu karena jumlah pendaftar kartu Prakerja melebihi kapasitas.

Baca: Mbak Tutut: Ibu Tien Soeharto Meninggal Bukan Karena Tertembak

"Informasi terakhir yang saya terima yang mendaftar untuk Kartu Pra Kerja sudah 8,4 juta padahal jatahnya hanya untuk 5,6 juta sehingga sekali lagi untuk korban PHK agar diberikan prioritas," kata Presiden dalam rapat terbatas, Kamis, (30/4/2020).

Baca: Berkas Kasus Narkoba Vitalia Sesha Sudah Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat

Presiden juga meminta jajaran kabinetnya melindungi para pekerja, termasuk para pekerja migran. Mereka yang terkena dampak Covid-19 harus mendapat bantuan sosial.

"Berikan perlindungan kepada para pekerja migran baik yang sudah kembali ke tanah air maupun yang masih di luar negeri sehingga mereka betul-betul pada posisi tetap terlindungi dan kita juga telah mengirimkan paket-paket sembako bagi para pekerja migran kita di Malaysia dan saya minta ini tetap diteruskan," tuturnya.

Baca: Iuran Peserta Jamsostek Direlaksasi Hingga 90 Persen

Terkahir Presiden meminta kepada sejumlah Kementerian agar segera mengimplementasikan program padat karya tunai. Sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.

"Selain itu agar ada penyerapan tenaga kerja yang banyak di situ," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas