Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Garuda Indonesia Belum Dapat Izin Terbang Khusus dari Kemenhub

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku masih berupaya mengajukan izin terbang khusus di masa pandemi Covid-19

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
zoom-in Garuda Indonesia Belum Dapat Izin Terbang Khusus dari Kemenhub
Tribunnews/JEPRIMA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku masih berupaya mengajukan izin terbang khusus di masa pandemi Covid-19.

Garuda menyadari pentingnya kebutuhan layanan transportasi udara dengan tetap mematuhi segala pertimbangan dari pemerintah seperti terbitnya aturan PM 25/2020.

"Secara konstitusi kalau ada warga negara dalam kondisi minta dipulangkan itu negara harus memulangkan. Anda bisa bayangkan ada berapa ribu orang yang ada di luar negeri," kata Irfan dalam diskusi virtual, Senin (4/5/2020).

Baca: Pengamat: Harga BBM Indonesia Masih Kompetitif di Kawasan ASEAN

Baca: KSAU Tegaskan Anggaran Pertahanan TNI AU Agar Dikelola Transparan dan Akuntabel

"Garuda Indonesia ini kan flag carrier. Kita diskusi dengan banyak pihak mulai dari otoritas, regulator, dan stakeholder lain untuk memeroleh izin tersebut," tambahnya.

Ia mengatakan tujuan Garuda beroperasi bukan semata-mata mencari untung demi bisnis, tetapi karena tugasnya mengakomodir mereka yang hendak kembali ke negara asal.

"Terakhir kita masih terbang ke tempat yang tidak dilarang. Walaupun dengan frekuensi sedikit, satu minggu sekali. ini untuk memastikan misalnya warga negara Indonesia yang di Eropa bisa terlayani pulang ke Indonesia atau sebaliknya," kata Irfan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan dalam kondisi terburuk, sambung Irfan, Garuda juga akan tetap terbang minimal satu kali penerbangan dalam satu bulan.

Irfan menjelaskan load factor Garuda saat ini hanya berkisar 20-30 persen di beberapa penerbangan, namun menurutnya itu bukan persoalan.

Ia menyebut Garuda harus tetap melayani penerbangan sekalipun dalam kondisi yang baru sekali ini dialami sepanjang peradaban maskapai plat merah.

"Anda ingin melakukan apapun pasti ada salahnya. Tapi kalau kita tidak berusaha mereka akan gampang bilang Anda kemana saja? Aturannya belum ada kita masih menahan diri," tuntasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas