Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ruang Simpan Minyak AS Disebut Mampu Tampung Ratusan Juta Barel

Amerika Serikat (AS) tengah berupaya memperluas ruang penyimpanan minyaknya untuk menambah muatan ratusan juta barel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
zoom-in Ruang Simpan Minyak AS Disebut Mampu Tampung Ratusan Juta Barel
ETF Daily News
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tengah berupaya memperluas ruang penyimpanan minyaknya untuk menambah muatan ratusan juta barel.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam agenda briefing di Gedung Putih yang membahas langkah pemerintah federal dalam menyusun rencana untuk menopang produsen minyak lokal yang bermasalah.

Baca: Masih Ada 140 Karyawan Pabrik Rokok Simustika Tulungagung yang Belum Lakukan Tes Covid-19

Baca: Curhat Ernest Prakasa Tak Bisa Tidur Bareng Istri Berdua Saja di Kamar

"Kami juga menjajaki kemungkinan penyimpanan beberapa ratus juta barel lagi, jadi kami sedang mempertimbangkan banyak opsi," kata Mnuchin.

Perlu diketahui, pemerintah federal AS telah menyewakan ruang penyimpanan senilai 23 juta barel di Strategic Petroleum Reserve (SPR) ke sembilan perusahaan energi dan minyak.

Pada April lalu, lebih dari 1 juta barel minyak telah dikirim ke SPR.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (4/5/2020), cadangan minyak strategis disebut dapat menampung hingga 714 juta barel minyak mentah.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara saat ini, yang ditampung baru mencapai sekitar 636 juta barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya akan mengumumkan rencana untuk segera membantu industri minyak yang tengah lesu akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Kendati demikian, ia tidak menyampaikan terkait rincian bantuannya itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas