Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Soal Merger Bank BJB dan Bank Banten, Ini Kata Pengamat

saat ini Bank BJB misalnya, masih melakukan tahapan persiapan due diligence (uji kelayakan) selama 2-3 bulan.

Soal Merger Bank BJB dan Bank Banten, Ini Kata Pengamat
Bank BJB
Bank BJB 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi memperingatkan agar rencana merger PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) tidak tergesa-gesa.

Pengamat ekonomi Tubagus Raditya menilai sebaiknya setiap pihak menahan diri untuk melakukan merger.

Baca: Ramadan di Kota Belgorod Tak Seenak Takjil Indonesia

Baca: Klarifikasi Badan POM Soal Obat Herbal yang Diklaim Dapat Menyembuhkan Virus Corona

Sebab, saat ini Bank BJB misalnya, masih melakukan tahapan persiapan due diligence (uji kelayakan) selama 2-3 bulan.

“Jangan terlalu dini membicarakan proses merger, karena ini yang menjadi sebuah bahasa yang kurang tepat, sehingga mengganggu harga saham Bank BJB. Jadi jangan dulu bicara tentang merger, kalau LOI iya betul. tahapan-tahapannya untuk keputusan merger itu masih ada 2 sampai 3 bulan lagi,” kata Raditya dalam keterangannya, Selasa (5/5).

Didit mengatakan, proses persiapan due diligence yang akan dilakukan pun harus berjalan secara cermat, rinci, dan transparan. Serta, dilakukan oleh perusahaan atau institusi yang kredibel.

Sehingga, ketika hasil due diligence itu dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), keputusan atau kesepakatan yang diambil bisa tepat dan menguntungkan kedua belah pihak secara merata.

Sebaliknya, apabila hasil due diligence itu ternyata tidak menguntungkan untuk Bank BJB, kata Didit, opsi yang tepat adalah melakukan akuisisi ketimbang merger.

“Kalau memang ini melihat ternyata entitasnya sama, sama-sama untung bisa merger," katanya.

Menurut Didit, isu merger yang tengah merebak di masyarakat saat ini, bisa berdampak buruk terhadap perdagangan saham Bank BJB. Maka dari itu, semua pihak harus menanggapi isu tersebut dengan bijak, agar tidak kemudian memberikan efek buruk terhadap harga saham Bank BJB.

“Ini yang harus kita jaga. Jangan sampai isu merger ini menjadi tekanan terhadap harga saham di Bank BJB di bursa,” katanya.

Saat ini Bank BJB memang memerlukan pertumbuhan termasuk pertumbuhan non-organik, antara lain melalui akuisisi ataupun merger dengan bank lain.

"Tapi tentu bank yang menggabungkan atau diakuisisi harus bank sehat. Sehingga dalam jangka pendek memberikan pengaruh yang positif terhadap Bank BJB," ujarnya.

Ketika bank yang dimergerkan dalam kondisi tidak terlalu sehat seperti Bank Banten tentu memberikan tantangan dan pekerjaan rumah bagi Bank BJB untuk membenahinya.

"Dalam jangka panjang tentu bagus untuk pertumbuhan Bank BJB. Apalagi pasar yang dibawa dari Bank Banten ini jelas dan terspesifikasi," paparnya.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Pengamat: Merger Bank BJB dan Bank Banten jangan tergesa-gesa

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas