Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pegadaian Sebut Pengusaha Terdampak Corona Ramai-ramai Gadaikan Mobil

Pegadaian (Persero) menyatakan pihak yang banyak menggadaikan mobil saat ada saat ada pandemi corona atau Covid-19 adalah pengusaha

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Pegadaian Sebut Pengusaha Terdampak Corona Ramai-ramai Gadaikan Mobil
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ketika perekonomian dihadapkan pada pelemahan pertumbuhan, di saat yang bersamaan hantaman juga datang akibat penularan virus corona yang terjadi dengan begitu cepat. Akibat isu global virus corona harga emas naik menjadi 850 ribu per gram, Selasa (10/03/20). Pegadaian Area Semarang Cabang Karangturi juga menyediakan produk tabungan emas yang bisa di miliki oleh kalangan masyarakat untuk mendapatkan logam mulia 24 karat hanya dengan delapan ribu rupiah. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) menyatakan pihak yang banyak menggadaikan mobil saat ada saat ada pandemi corona atau Covid-19 adalah pengusaha.

Plt Sekretaris Pegadaian R Swasono Amoeng Widodo mengatakan, pengusaha menjaminkan kendaraannya karena butuh dana akibat terdampak Covid-19.

Baca: Selain Menyedapkan Masakan, Ternyata Jahe Juga Bermanfaat untuk Kecantikan

Baca: Jadwal Imsakiyah Kota Madiun dan Sekitarnya Jumat, 8 Mei 2020, Dilengkapi Doa Puasa Ramadhan

"Udah penuh (tempat gadai mobil), ramai mendekati lebaran dan ada Covid-19. Pengusaha perlu dana," ujarnya kepada Tribunnews.com di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Amoeng merincikan, peningkatan terjadi sekira 29 persen dari Januari hingga sekarang untuk jumlah penjaminan kendaraan roda empat.

"Sementara untuk Maret sampai April saja peningkatannya 13 persen. Gudang di Jakarta paling banyak, yang lain tidak sebanyak di Jakarta," katanya.

Sementara itu, ia menambahkan, uang hasil menggadaikan mobil tersebut mayoritas digunakan pengusaha untuk konsumsi dan mempertahankan arus kas usaha.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebanyak 40 persen untuk konsumsi, 40 persen untuk menyambung dari perusahaan. Penjualannya turun, sehingga untuk menghidupi usaha," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas