Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemkab Mimika Usul ke Jokowi Tutup Sementara Operasional Freeport untuk Cegah Penularan Covid-19

Hingga hari ini, sudah 56 orang di kelurahan dan Distrik Tembagapura dinyatakan positif terinfeksi corona.

Pemkab Mimika Usul ke Jokowi Tutup Sementara Operasional Freeport untuk Cegah Penularan Covid-19
The Insider Story/Freeport Mcmoran
Tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dan DPRD Kabupaten Mimika, Papua, mengusulkan penutupan sementara operasional PT Freeport Indonesia untuk mencegah penularan virus corona di wilayah Tembagapura.

Usulan tersebut akan segera disampaikan melalui surat yang akan dikirim ke Presiden Joko Widodo.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng usai pertemuan dengan DPRD Mimika di Timika, Jumat (8/5/2020) mengatakan, penutupan sementara operasional Freeport dalam jangka waktu 14 hari atau satu bulan itu demi keselamatan ribuan karyawan Freeport dan perusahaan subkontraktornya yang berada di Tembagapura.

Baca: Pembukaan Kembali Transportasi Umum, Bamsoet: Membingungkan Masyarakat

Baca: Direktur Penyidikan KPK Panca Putra Ditarik Kembali ke Polri

Hal tersebut mengingat jumlah karyawan yang terpapar Covid-19 di wilayah Tembagapura disebut terus meningkat.

Hingga hari ini, kata dia, sudah 56 orang di kelurahan dan Distrik Tembagapura dinyatakan positif terinfeksi corona.

"Ini memang baru sebatas wacana, kami akan mengirim surat ke Presiden RI di Jakarta dan semua menteri terkait untuk menutup sementara waktu operasional Freeport. Kalau karyawan di Tembagapura tetap kerja terus, kami tidak akan bisa memutus mata rantai kasus Covid-19 di Tembagapura," kata Omaleng, seperti dilansir dari Antara, Jumat.

Omaleng mengatakan, mencegah penularan COVID-19 di wilayah kerja PT Freeport di Tembagapura sulit.

Hal itu lantaran jaga jarak tidak bisa diterapkan maksimal lantaran ruang gerak dan ruang publik yang terbatas.

"Karyawan itu pergi kerja sama-sama, duduk dalam bus sama-sama, naik trem sama-sama, sampai di tempat kerja sama-sama, pulang dari tempat kerja sama-sama, begitu juga saat makan sama-sama. Jadi otomatis penularannya cepat," ujar dia.

"Belum lagi suhu udara di Tembagapura dan tambang Grasberg itu sangat dingin, bahkan bisa di bawah nol derajat. Kondisi seperti itu bisa berakibat fatal jika tidak diambil langkah pencegahan secepatnya," tambah bupati yang juga lahir dan besar di Kampung Banti, Distrik Tembagapura.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas