Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Terancam Minus 0,4 Persen

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 hanya sebesar 2,97 persen atau telah menunjukkan koreksi cukup tajam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Terancam Minus 0,4 Persen
TRIBUNNEWS/SENO
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (12/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut situasi pandemi Covid-19 dan ketidakpastian yang tinggi mengharuskan pemerintah untuk menyiapkan beberapa skenario perkembangan ekonomi ke depan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 hanya sebesar 2,97 persen atau telah menunjukkan koreksi cukup tajam.

"Hal ini mengindikasikan tekanan lebih berat akan dialami sepanjang tahun 2020, yang artinya pertumbuhan ekonomi terancam bergerak dari skenario berat sebesar 2,3 persen menuju skenario sangat berat yaitu kontraksi minus 0,4 persen," papar Sri Mulyani dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Senin (12/5/2020).

Baca: Pendapat Dahlan Iskan Tentang Usulan DPR Agar BI Cetak Uang Banyak

Menurutnya, pemerontah telah mengambil langkah dan kebijakan penanganan pandemi Covid-19, agar tekanan terhadap perekonomian nasional dapat diminimalkan.

Baca: Kurangi PHK, Pemerintah Bolehkan Warga Usia di Bawah 45 Tahun Beraktivitas Lagi

"APBN 2020 dilakukan refocusing dan realokasi untuk menangani tiga prioritas utama, yaitu penanganan kesehatan, perluasan jaring pengaman sosial untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan, menjaga daya tahan dunia usaha dan mendukung pemulihan aktivitas ekonomi," tutur Sri Mulyani.

Baca: Anies Terbitkan Pergub Sanksi: Kendaraan Langgar Ketentuan PSBB Siap-siap Diderek

Sri Mulyani menyebut, upaya pemulihan dan reformasi bidang kesehatan, sosial serta ekonomi harus dimulai bersama dengan penanganan pandemi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dengan demikian, kebijakan ekonomi makro dan arah kebijakan fiskal di tahun 2021 akan berfokus pada upaya-upaya pemulihan ekonomi sekaligus upaya reformasi untuk me

ngatasi masalah fundamental ekonomi jangka menengah-panjang menuju Visi Indonesia Maju 2045," papar Sri Mulyani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas