Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Permintaan Pesawat Baru Turun Drastis, Airbus Ancang-ancang PHK Pegawainya

CEO Airbus Gullaume Faury menyatakan, sebagai bagian efisiensi adalah dengan memberikan cuti kepada 6.000 pekerja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Permintaan Pesawat Baru Turun Drastis, Airbus Ancang-ancang PHK Pegawainya
Twitter/akk via thesun.co.uk
Pesawat Airbus A310 MRT MedEvac buata Airbus yang diterbangkan dari Jerman ke Italia, Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produsen pesawat terbang Airbus dikabarkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.

Situs Bloomberg, Minggu (17/5/2020) melansir, hal ini dilakukan pihak Airbus karena adanya penurunan permintaan produk pesawat baru di tengah wabah Covid-19.

Dalam rencana ini pihak Airbus juga dilaporkan telah melakukan negosiasi, dan proses negosiasi ini akan dimulai pada pekan depan.

Meski begitu, Airbus belum mengambil keputusan jumlah pekerja yang akan masuk dalam rencana PHK ini dan posisi apa yang akan terdampak.

Baca: Sejumlah BUMN Mulai Terapkan Skenario New Normal

Namun beberapa sumber mengatakan, bahwa pegawai yang diputus hubungan kerjanya mencakup para pekerja di kantor pusat Airbus di Toulouse, Prancis.

Selain itu dikatakan pula bahwa perusahaan akan memangkas pekerja kontrak dan subkontrak, termasuk 1.100 pekerja di Jerman dan juga akan dilakukan di kantor pusatnya di Perancis.

Baca: Hikmah Pandemi Corona di Mata Natasha Rizky: Bisa 24 Jam Full Jalani Peran Istri dan Juga Ibu

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu dalam pernyataan resmi Airbus, tertulis bahwa perusahaan akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan masa depan Airbus bekerja sama dengan mitra sosialnya.

Baca: Lebaran, Kendaraan Menuju Rest Area Akan Dibatasi, Istirahat Maksimal 30 Menit

Dalam laporan sebelumnya Chief Executive Officer Airbus, Guillaume Faury, memperingatkan langkah awal yang akan diambil perusahaan sebagai bagian efisiensi adalah dengan memberikan cuti kepada 6.000 pekerja.

Tetapi Faury menjanjikan, akan melakukan tinjauan ulang kebijakan itu pada Juni 2020, ketika pandemi corona diperkirakan mulai menurun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas