Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

April 2020, Defisit APBN Mencapai Rp 74,5 Triliun

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, defisit APBN mencapai Rp 74,5 triliun atau 0,44 persen dari Produk Domestik Bruto

April 2020, Defisit APBN Mencapai Rp 74,5 Triliun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga April 2020, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara ( APBN) sebesar Rp 74,5 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, defisit APBN mencapai Rp 74,5 triliun atau 0,44 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisit ini lebih rendah dibandingkan 30 April tahun lalu yang defisitnya adalah Rp 100,3 triliun dan pada tahun ini adalah Rp 74,5 triliun yang merupakan 0,44 persen dari PDB," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Persentase terhadap PDB ini, lanjutnya, juga lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang pada akhir April sudah mencapai 0,63 persen dari PDB.

Selain itu, Suahasil menyampaikan, defisit APBN itu dengan rincian belanja belanja negara tumbuh negatif dibanding bulan lalu yakni 1,4 persen sebesar Rp 623 triliun, meski komposisi belanja pemerintah pusat tumbuh Rp 382 triliun.

"Namun, ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 370 triliun dan transfer ke daerah tahun ini sampai 30 April adalah Rp 241 triliun," katanya.

Sementara, realisasi pendapatan negara hingga akhir April sebesar Rp 549,5 triliun atau 31,2 persen dari target APBN yang telah mengalami perubahan melalui Perpres Nomor 54 tahun 2020 menjadi sebesar Rp 1.760,9 triliun.

Dari sisi penerimaan perpajakan, Suahasil mengatakan terjadi tekanan lantaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang turut menekan kegiatan ekonomi.

Suahasil mengatakan, hingga akhir April 2020 realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp 434,4 triliun, mengalami kontraksi atau minus 0,9 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas