Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gubernur BI: Stabilisasi Pasar Keuangan Berjalan Baik di Tengah Pandemi

Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral dan pemerintah terus berkoordinasi dalam memulihkan ekonomi nasional di saat pandemi Covid-19.

Gubernur BI: Stabilisasi Pasar Keuangan Berjalan Baik di Tengah Pandemi
Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral dan pemerintah terus berkoordinasi dalam memulihkan ekonomi nasional di saat pandemi Covid-19.

Ia pun menyebut, koordinasi itu berdampak pada pasar keuangan yang berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikan Perry usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi terkait penerapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan perubahan postur APBN tahun 2020 melalui video conference yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/6/2020).

“Tahap stabilisasi dari ekonomi khususnya pasar keuangan berjalan dengan baik. Menkeu, OJK, terus bersatu untuk menstabilkan pasar keuangan kita baik pasar valas dan pasar modal,” kata Perry.

Selain itu, Perry mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terus menunjukkan penguatan.

“Ini tentu saja kebijakan yang erat moneter yang serta mendukung stabilitas, kepercayaan dari investor dalam dan luar negeri untuk ekonomi kita,” ucapnya.

Di sisi lain, inflasi juga tercatat sebesar 2,1 persen.

Indikator stabilitas ekonomi membaik lainnya adalah kupon SBN yang sempat tinggi kini di lelang terakhir sudah berada di level 7,2 persen.

“Dalam proses pemulihan ekonomi telah menstabilkan pasar, kepercayaan investor menguat, terlihat dari mulai masuk arus modal asing investasi portofolio SBN dari minggu ke minggu,” jelasnya.

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Terus Menguat di Tengah Pandemi

Perry Warjiyo sebelunnya mengatakan, nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat saat pandemi virus corona (Covid-19).

Terlebih, saat ini Indonesia mulai menerapkan new normal atah tatanan kehidupan baru dimana roda perekonomian mulai bergerak.

Perry memprediksi, rupiah bisa bergerak di level Rp 14.200-an per Dollar Amerika.

Baca: Perilaku Pengguna Angkutan Udara Dapat Berubah Pasca-Wabah Covid-19

Baca: AirAsia Tawarkan Reschedule Penerbangan Tanpa Biaya hingga 31 Desember 2020

Hal itu disampaikan Perry usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi terkait penerapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan perubahan postur APBN tahun 2020 melalui video conference yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/6/2020).

“Alhamdulillah tadi kami juga laporkan dengan koordinasi yang erat tadi nilai tukar rupiah yang dulu di awal-awal April pernah Rp 16.400, Alhamdulillah dengan koordinasi yang erat tadi sekarang itu diperdagangkan di Rp 14.200,” kata Perry.

Ia juga memprediksi, tatanan new normal akan semakin mengangkat nilai tukar rupiah. Bahkan, masih bisa menguat terus.

“Kami juga masih melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang menguat,” ujarnya.

Sementara dari data Bloomberg, rupiah ditutup perkasa pada Rabu (3/6/2020) dengan kenaikan 320 poin (2,22 persen) pada Level Rp 14.095 per dolar AS dibanging penutupan sebelumnya Rp 14.416 per dolar AS.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas