Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jawaban Menhub tentang Kenaikan Tarif Angkutan Umum di Fase Transisi PSBB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini daya beli masyarakat masih rendah.

Jawaban Menhub tentang Kenaikan Tarif Angkutan Umum di Fase Transisi PSBB
WARTA KOTA/WARTA KOTA/Nur Icsha
Suasana arena Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, terlihat lengang, Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubunganmenyatakan belum bisa memastikan tentang kenaikan tarif angkutan umum selama transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini daya beli masyarakat masih rendah.

"Kita harus hati-hati dalam hal ini, terkait kenaikan tarif transportasi umum. Bila kita naikan tarif, kemungkinan demand-nya tidak akan masksimal," ucap Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/6/2020).

Menhub Budi juga menyebutkan, saat ini okupansi angkutan umum menurun drastis sejak wabah Covid-19 ini masuk ke Indonesia. Sehingga operator berniat menaikan tarif.

Baca: Ojek Online Boleh Angkut Penumpang Lagi, Ini Syaratnya

Meski demikian, lanjut Budi, saat ini Kemenhub belum ada rencana menaikan tarif transportasi umum. Tetapi saat demand mulai tumbuh pada masa transisi ini, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyesuaian tarif.

Baca: Kemenhub Ubah Kapasitas Angkut Penumpang Pesawat Jadi 70 Persen

"Saat ini kamu mencoba agar transportasi umum tetap tumbuh, antara lain dengan meningkatkan batasan kapastias penumpang pada transportasi umum melalui Peraturan Menteri Perhubungan No 41 Tahun 2020," kata Budi.

Baca: Tujuh Terminal Bus di Jabodetabek Kembali Layani Pemberangkatan Armada AKAP dan AKDP

Transportasi umum, menurut Budi, saat ini dapat mengangkut penumpang dengan kapasitas 70 persen dari daya angkut transpotasi tersebut yang sebelumnya hanya 50 persen.

"Hal ini kita harapkan dapat membuat transportasi umum lebih tumbuh, dan memiliki demand yang baik dalam masa transisi ini," ucap Budi.

Tetapi meski kapasitas penumpang meningkat menjadi 70 persen, Budi mengimbau para operator transportasi untuk tetap menjalankan protokol kesehatan berlaku sebagai syarat penumpang menggunakan transportasi umum.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas