Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hindari Ancaman Unjuk Rasa, Sektor Bisnis Diminta Membangun Networking yang Kuat

Namun, Stanislaus mengatakan sektor bisnis mampu mencegah unjuk rasa terjadi dengan membangun networking yang kuat

Hindari Ancaman Unjuk Rasa, Sektor Bisnis Diminta Membangun Networking yang Kuat
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KORBAN PHK - Bertepatan dengan peringatan May Day (Hari Buruh Dunia), puluhan buruh PT KBS melakukan unjuk keprihatinan di halaman perusahaan tempat mereka bekerja di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (1/5/2020). Para buruh mengaku telah di phk sepihak oleh pihak perusahaan dan meminta pemerintah untuk menindak perusahaan tersebut serta memperhatikan nasib mereka yang semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor bisnis kerap kali menjadi target unjuk rasa karena berbagai faktor.

Terkait hal itu, analis intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta mengatakan, unjuk rasa memang menjadi hak warga negara yang dilindungi Undang-Undang.

Baca: Respons Lion Air Group Terkait Putusan KPPU Soal Pelanggaran Persaingan Usaha

Namun, Stanislaus mengatakan sektor bisnis mampu mencegah unjuk rasa terjadi dengan membangun networking yang kuat.

"Tidak ada organisasi bisnis yang bisa menjamin bebas dari unjuk rasa. Namun, sektor bisnis bisa mencegah unjuk rasa dengan berbagai pendekatan. Jangan sampai ada celah-celah yang menjadi isu untuk bahan unjuk rasa," ujar Stanislaus, dalam webinar 'Pencegahan dan Penanganan Unjuk Rasa di Sektor Industrial dengan Pendekatan Intelijen serta Mediasi Berbasis Connectability', Rabu (24/6/2020).

"Sektor bisnis harus taat pada regulasi, menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar, dan membangun networking yang kuat," imbuhnya.

Sementara itu, pakar industrial relation sekaligus anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, M. Aditya Warman mengatakan ada cara untuk melakukan deteksi dini terhadap unjuk rasa.

Aditya mengatakan kebijakan tertentu yang dapat memicu unjuk rasa haruslah dihindari.

Karena hal tersebut dapat mengganggu keberlangsungan bisnis.

Baca: Sri Mulyani Hingga Duniatex Warnai Hijaunya Pasar Saham Hari Ini

"Kemudian peran security dalam perusahaan tidak hanya melakukan pengamanan tetapi membangun connectability, demikian juga fungsi lain seperti industrial relation, dan corporate social responsibility," kata Aditya.

"Jika hal connectability dapat dilakukan maka keselarasan dan keharmonisan antara perusahaan dengan pihak lain dapat terwujud dan unjuk rasa dapat dicegah," imbuhnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas