Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Garuda Indonesia Sediakan Fasilitas Rapid Test untuk Penumpangnya

Dalam memberikan faslitias layanan rapid test Covid-19, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Medical Tourism Board

Garuda Indonesia Sediakan Fasilitas Rapid Test untuk Penumpangnya
Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI - Karyawan diambil sample darahnya saat melakukan rapid test di Kantor Pusat ICM (Prima Buana Internusa/PBI) di Jakarta, Senin (29/6/2020). Inner City Management (ICM) mewujudkan komitmennya dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) dengan menggelar rapid test kepada seluruh karyawan yang berada di 41 site kelolaan ICM yang akan berjalan mulai hari ini hingga 6 Juli 2020 dengan total karyawan yang di tes yakni sekitar 1.200 orang. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia menyediakan fasilitas rapid test dan polymerase chain reaction (PCR) test virus corona atau Covd-19 untuk penumpang pemegang kartu Platinum Garuda Miles.

Dalam memberikan faslitias layanan rapid test Covid-19, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Medical Tourism Board (IMTB).

Baca: 13 Kru Jalani Isolasi di Pulau Galang Setelah Penumpang Garuda rute India-Fiji Meninggal

Penumpang pemegang kartu Platinum Garuda Miles yang belum melakukan rapid test Covid-19, dapat melakukannya ditempat yang disediakan yaitu di Hutan Kota by Pelataran, Jakarta Pusat.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan untuk biaya rapid test sebesar Rp 315 ribu.

Sedangkan untuk PCR test biayannya Rp 1,5 juta.

"Pemeriksaan rapid test dapat dilihat hasilnya dalam waktu 20 menit, dan untuk PCR test hasilnya akan keluar tiga hari," kata Irfan saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

Kemudian Irfan menjelaskan, untuk hasil pemeriksaan akan dikirimkan via WhatsApp atau e-mail penumpang atau dapat juga mengambul langsung ke Hutan Kota.

Irfan mengungkapkan, penumpang pesawat dirasa hanya perlu melakukan rapid test dan tidak perlu PCR karena harganya lebih mahal dibandingkan tiket pesawat itu sendiri.

"Kami juga tentunya akan memastikan, calon penumpang yang naik pesawat dalam sehat, dan dengan rapid test sudah cukup," kata Irfan.

Halaman
12
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas