Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bakal Jadi Industri Prioritas 4.0, Kemenperin Dorong Peningkatan TKDN Produk Farmasi

kemandirian industri farmasi nasional perlu ditopang dengan pendalaman struktur industri, mulai dari industri hulu, intermediate hingga hilir.

Bakal Jadi Industri Prioritas 4.0, Kemenperin Dorong Peningkatan TKDN Produk Farmasi
Istimewa
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau pabrik garmen PT Daehan Global di Brebes, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menambah sektor dalam jajaran industri prioritas 4.0, diantaranya ialah farmasi.

Oleh karenanya, industri farmasi terus didorong agar kemandirian dan dapat meningkatkan daya saing dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kemandirian industri farmasi nasional perlu ditopang dengan pendalaman struktur industri, mulai dari industri hulu, intermediate hingga hilir.

Baca: Tinjau Peluang Ekspor Pakaian, Menperin Apresiasi Kawasan Berikat di Brebes

Baca: Menperin: Implementasi Harga Gas Mampu Dorong Produktivitas Sektor Manufaktur

Untuk mendukung kemandirian sektor industri farmasi tersebut, Kemenperin menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Produk Farmasi.

"Peningkatan utilisasi TKDN merupakan kunci utama agar Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri di sektor farmasi, khususnya dalam hal produksi bahan baku obat," tutur Agus melalui keterangan resmi, Selasa (7/7/2020).

Penerapan TKDN pada industri farmasi juga dilihat sebagai upaya memacu dan merangsang pelaku industri untuk membangun industri bahan baku obat atau Active Pharmaceuticals Ingredients di dalam negeri.

Pasar dalam negeri dinilai sangat potensial bagi produk-produk farmasi dengan kandungan lokal tinggi, karena bisa menjadi preferensi dalam pengadaan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Tentunya, dengan potensi pasar dalam negeri yang sangat besar sekaligus merupakan sebuah peluang untuk menarik investor, agar mereka mengembangkan bahan baku obat di Indonesia," terang Menperin.

Dalam Permenperin 16/2020, disebutkan bahwa tata cara penghitungan nilai TKDN produk farmasi bukan lagi menggunakan metode cost based, tetapi dengan metode processed based.

Halaman
12
Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas