Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pertahankan Posisi, BCA Kembali Raih Predikat Merek Paling Bernilai di Indonesia

Dengan nilai merek yang sama, BCA menempati peringkat ke-90 Global Top 100 BrandZ, naik sembilan tingkat dari posisi tahun lalu.

Pertahankan Posisi, BCA Kembali Raih Predikat Merek Paling Bernilai di Indonesia
DOK. BCA
Layanan frontline di cabang Bank BCA. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali masuk dalam Top 100 Most Valuable Global Brand menurut BrandZ karena pertumbuhan nilai mereknya.

Nilai merek BCA berhasil tumbuh dari 13,437 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2019 menjadi 14,917 miliar dolar AS pada 2020 atau naik sekitar 11 persen.

Dengan nilai merek yang sama, BCA menempati peringkat ke-90 Global Top 100 BrandZ, naik sembilan tingkat dari posisi tahun lalu.

Selain itu, BCA juga masuk dalam Top 10 BrandZ Regional Bank dan bersanding dengan 9 bank yang berasal dari sejumlah negara seperti China, AS, India dan Kanada.

Direktur BCA Santoso mengatakan BCA akan terus berkomitmen untuk mengedepankan service excellence bagi para nasabahnya.

Baca: Nilai Akuisisi Rabobank Oleh BCA Membengkak Jadi Rp 500 Miliar

Baca: BCA Restrukturisasi Kredit Senilai Rp 82,6 Triliun Hingga Pertengahan Mei 2020

"Penghargaan ini juga semakin mempertegas komitmen BCA untuk terus kreatif dan inovatif dalam memenuhi berbagai transaksi keuangan," ujar Santoso, dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2020).

Ia menegaskan perseroan akan terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi nasabah yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

"Melalui kekuatan kantor cabang di beragam wilayah dan kecanggihan digital banking BCA, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional khususnya di tengah tantangan ekonomi domestik dan global saat ini," tegas Santoso.

MULAI BEROPRASI - Sejumlah warga mengguanakan anjungan tunai Mandiri (ATM) di Kantor Cabang unit (KCU) Bank BCA di Jl Moh Hatta, Kota Pallu (5/10). Pasca gempa dan Tsunami, beberapa bank dikota palu sudah mulai beroprasi namun belum maksimal yang di karenakan listrik yang masih menggunakan mesin pembangkit. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
MULAI BEROPRASI - Sejumlah warga mengguanakan anjungan tunai Mandiri (ATM) di Kantor Cabang unit (KCU) Bank BCA di Jl Moh Hatta, Kota Pallu (5/10). Pasca gempa dan Tsunami, beberapa bank dikota palu sudah mulai beroprasi namun belum maksimal yang di karenakan listrik yang masih menggunakan mesin pembangkit. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Hingga saat ini, BCA telah melayani 22 juta rekening nasabah dan memproses jutaan transaksi setiap harinya yang didukung oleh 1.252 kantor cabang, 17.607 ATM serta BCA mobile dan Klik BCA yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Di era disrupsi digital ini, BCA selalu mengikuti perkembangan teknologi dengan terus berinovasi dan berkolaborasi demi meningkatkan layanan perbankan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Hingga Maret 2020, layanan digital banking BCA telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Jumlah transaksi mobile banking sekitar 91 persen secara tahunan atau year on year (yoy) atau sekitar 1,286 juta transaksi.

Sedangkan internet banking mencapai 24 persen yoy atau sekitar 740 juta transaksi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas